Sabtu, 23 Agustus 2014

PBSI panggil tim manager Olimpiade terkait diskualifikasi

Selasa, 28 Agustus 2012 09:14 WIB | 3.091 Views
PBSI panggil tim manager Olimpiade terkait diskualifikasi
Ketua Umum PBSI, Djoko Santoso (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia dalam minggu ini akan memanggil tim manager untuk mendengarkan keterangan terkait kasus didiskualifikasinya pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii di Olimpiade London.

"Pada minggu ini, kami akan mendengarkan laporan dari tim manager, karena kami baru beraktivitas mulai hari Senin (27/8) ini," kata Sekretaris Jenderal Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jacob Rusdianto kepada ANTARA, Senin.

Jacob Rusdianto mengatakan, sebenarnya PBSI ingin agar terhadap masalah ini cepat diambil keputusan, namun langkah tersebut baru bisa lakukan karena terkendala libur lebaran.

Jacob mengatakan, bobot kesalahan yang dilakukan pasangan Indonesia dengan China dan Korea Selatan berbeda. Karena itu tidak bisa diambil keputusan sepihak, sehingga perlu mendengarkan keterangan pihak terkait.

"Setelah mendengarkan keterangan itu baru nanti bidang organisasi akan memberikan masukan kepada Ketua Umum PBSI (Djoko Santoso,red) untuk mengambil langkah-langkah," ujarnya.

Jacob mengatakan, PBSI mendukung 100 persen langkah BWF dalam mengambil keputusan, karena PBSI merupakan organisasi dibawah langsung organisasi tersebut.

Menurut dia, Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) melarang pasangan Meiliana Jauhari/Greysia Polii bertanding, itu artinya ada unsur pertandingan yang dilanggar pasangan itu dan ada argumentasi dari keputusan ini.

"Pelatih dan atlet sudah memahami masalah ini," ujarnya.

Jacob mengatakan, meskipun PBSI mendukung sikap IOC dan BWF itu, PBSI sudah menyampaikan imbauan kepada organisasi itu untuk memperbaiki sistem pertandingan. Hal ini menurut dia, agar atlet tidak bingung dan menafsirkan sendiri-sendiri sistem pertandingan yang berjalan.

"Namun kami tetap menerima keputusan IOC dan BWF itu," katanya.

Sebelumnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (WBF) memutuskan delapan pebulutangkis puteri bersalah pada Rabu (1/8) setelah empat pasang tim ganda puteri Olimpiade berusaha "membuang" pertandingan agar menghadapi lawan yang lebih diinginkan pada babak selanjutnya.

Para pemain yang terlibat dalam pertandingan hari Selasa (31/7) juara dunia China Wang Xiaoli dan Yu Yang, pasangan Indonesia Greysia Polii dan Meiliana Jauhari, dua ganda Korea Selatan Jung Kyung-eun dan Kim Ha-na, serta Ha Jung-eun dan Kim Min Jung. (SDP-53/A011)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga