Jumat, 25 Juli 2014

Kualitas atlet dan pelatih bulutangkis daerah perlu ditingkatkan

Selasa, 28 Agustus 2012 18:11 WIB | 2.480 Views
Kualitas atlet dan pelatih bulutangkis daerah perlu ditingkatkan
Christian Hadinata. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Diperlukan pemerataan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) para pelatih dan atlet bulutangkis di daerah untuk mengembalikan prestasi olahraga tersebut dalam skala dunia, kata salah seorang legenda bulutangkis nasional, Christian Hadinata.

"Untuk sarana dan prasarana di daerah sudah memadai. Tetapi, masalah serius yang perlu dikembangkan adalah masalah SDM pelatih dan atlet," kata Kepala Pelatih Ganda  Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Christian Hadinata, kepada ANTARA News, di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, beberapa daerah di luar Pulau Jawa memiliki atlet bulutangkis berbakat untuk dikembangkan menjadi atlet nasional.

Namun, ia menilai, pemerataan pembinaan atlet di daerah masih kurang sehingga memaksa mereka harus ke Pulau Jawa bila ingin berkembang.

Menurut dia, kejuaraan bulutangkis nasional menjadi salah satu ukuran dalam melihat potensi atlet di daerah. Dia mengatakan, setelah itu tinggal pembinaan atlet berbakat itu seperti apa.

"Jangan atlet harus ke Pulau Jawa untuk bisa maju dalam dunia bulutangkis, karena beberapa daerah, seperti Sulawesi Utara, Ternate, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan. Tapi, mereka ujung-ujungnya harus ke Pulau Jawa. Jadi pembinaannya tidak merata," ujarnya.

Christian mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pelatih di daerah, maka diperlukan langkah-langkah strategis, seperti peningkatan pengetahuan pelatih dalam program penataran pelatih di daerah.

Dia mencontohkan, dengan peningkatan pengetahuan olahraga sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), maka diharapkan para pelatih di daerah kualitasnya lebih meningkat.

"Tiap tahun PBSI membuat penataran pelatih yang melibatkan semua bidang keilmuan, seperti psikologi, kedokteran, fisik dan gizi yang bisa diikuti pelatih di daerah," katanya.

Dia mengatakan, PBSI mengirim tenaga pengajar ke daerah untuk memberikan klinik kepelatihan bagi pelatih di daerah.

Cara lain, menurut Christian, para pelatih daerah bisa magang di pelatnas di Jakarta untuk belajar dan berdiskusi dengan mitranya di tingkat nasional.

"Diharapkan ketika kualitas pelatih bagus, maka bisa mendukung peningkatan kualitas atlet," ujarnya.

Dia pun mengharapkan, pengurus provinsi memberikan penilaian positif kepada pelatih di daerahnya guna mengikuti pelatnas.
(T.SDP-53/A011/Rw.P003)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga