Jumat, 31 Oktober 2014

Bukittinggi canangkan tidak buang sampah ke ngarai

| 2.554 Views
id pengelolaan sampah, Kota Bukittinggi, tidak ke Ngarai, 3 R
Rencana tersebut diupayakan terealisasi pada November 2012
Bukittinggi (ANTARA News) - Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), segera mencanangkan gerakan tidak membuang sampah ke Ngarai di daerah Panorama Baru.

"Rencana tersebut diupayakan terealisasi pada November 2012," kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bukittinggi Maruf Amin, di Bukittinggi, Jumat.

Untuk terwujudnya tidak lagi membuang sampah ke dasar Ngarai, kata dia, Pemkot telah menjalin hubungan kerja sama dengan Kota Payakumbuh dalam pengolahan sampah karena memiliki tempat pengolahan sampah regional.

"Kerja sama pengolahan sampah dengan Kota Payakumbuh telah ditandatangani oleh kedua kepala daerah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, sehingga rencana tak membuang samah ke Ngarai pada November tahun ini dapat terwujud," katanya.

Kota Bukittinggi hari biasa menghasilkan 350 meter kubik sampah dan 450 meter kubik pada hari libur, yang dapat diolah menjadi kompos baru sekitar 50 kilogram sehari di rumah kompos di Talao.

"Pengolahan sampah menjadi pupuk organik pada rumah kompos yang berlokasi di Talao, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan itu menggunakan alat incenerator," kata dia.

Menurut dia, pupuk organik dihasilkan tersebut dimanfaatkan untuk pupuk tanaman yang ada di seluruh taman kota serta kantor di Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di kota itu.

Sampah yang berasal dari sampah pasar dan rumah tangga itu diangkut dengan mobil serta becak sampah. Selama ini, sampah yang dihasilkan itu hanya dilakukan sistem pembuangan terbuka, bukan diolah, di mana sampah itu dibuang ke dasar jurang dengan kedalaman 100 meter di daerah Panorama Baru.

Untuk mengurangi daya angkut sampah ke dasar jurang itu, selain mengolah sampah menjadi kompos di rumah kompos di Talao, warga juga dilatih mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik.

"Pelatihan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik merupakan pengolahan sampah secara 3R, yakni "Reduce, Reuse dan Recycle"," kata dia.

Ia berharap dengan pelatihan itu seluruh masyarakat bisa mengolah sampah rumah tangganya sendiri menjadi pupuk organik, karena bisa sebagai pupuk tanaman bunga di rumah.

(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga