12 DPC Partai Demokrat minta Marzuki mundur
Sabtu, 4 Februari 2012 17:14 WIB | 1849 Views
Marzuki Alie menanggapi pertanyaan wartawan.. (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Berita Terkait
Kendari (ANTARA News) - Sebanyak 12 Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat se-Sulawesi Tenggara meminta Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono, untuk mencopot Marzuki Ali baik sebagai Ketua DPR maupun sebagai Anggota Dewan Pertimbangan PD karena sering membuat pernyataan yang merusak citra partai.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Salam Saadia, dan Ketua DPC Partai Demokrat Kolaka Utara, Surahman. Sabtu.
"Kami menyampaikan pernyataan ini atas persetujuan dari 12 DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Tenggara," kata keduanya.
Menurut Salam dan Surahman, kisruh yang terjadi di tubuh partai Demokrat, terutama menyangkut pergantian Ketuam Umum DPP PD, Anas Urbaningrum, akhir-akhir ini tidak terlepas dari peran politik yang dimainkan oleh Marzuki Ali.
Saat Marzuki Ali berada di luar negeri empat hari lalu, ungkap Salam, ia sempat mengirim pesan singkat kepada ketua Dewan Pembina Partai yang meminta agar mempersiapkan pengganti Anas.
Bahkan, pada 23 Januari 2012, lanjut Salam, Marzuki sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai, menggelar rapat di salah satu tempat di Jakarta guna menyiapkan empat nama kader Partai Demokrat untuk menggantikan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Demokrat.
"Langkah-langkah politik yang dilakukan oleh Marzuki Ali belakangan ini sudah tidak dapat ditolerir lagi, karena sudah sangat meresahkan kader dan merusak citra partai," katanya.
Karena itu, lanjut dia, seluruh Pengurus DPC Partai Demokrat di Sultra meminta Ketua Dewan Pembina agar mencopot yang bersangkutan, baik dari jabatan Ketua DPR RI maupun sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai.
Menurut Salam, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Partai, Marzuki Ali seharusnya berperan meredam berbagai isu korupsi yang menerpa sejumlah kader partai, bukan malah ikut-ikutan menzalimi kader partai yang belum tentu bersalah menurut hukum.
"Kami sangat mendukung proses hukum yang sedang menerpa sejumlah kader partai, namun kami menentang keras jika ada kader-kader partai yang ingin menggulingkan posisi Ketua Umum, Anas Urbaningrum yang merupakan hasil Kongres Bandung," katanya.
Sebab, keinginan menggulingkan posisi Ketua Umum tanpa melalui Kongres ujarnya, sangat bertentangan dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggar Rumah Tangga (ART) Partai.
Sementara itu, salah seorang Fungsionaris DPP Partai Demokrat yang juga anggota DPR RI asal Sultra, Andi Rahmat, mengatakan dapat memahami keinginan seluruh Pengurus DPC Partai Demokrat tingkat Kabupaten di Sultra yang meminta pencopotan Ketua DPR, Marzuki Ali tersebut.
"Rekan-rekan pengurus DPC Partai Demokrat di Sultra, tidak ingin citra Partai Demokrat hancur, karena ulah sejumlah kader partai sendiri. Karena itu seyogyanya seluruh jajaran kader Partai Demokrat, menanggapi keinginan itu dengan intropeksi diri, solid dan kompak untuk kebesaran partai," katanya.
Ia berharap, kader partai terutama di tingkat DPP jangan ada lagi yang membuat pernyataan-pernyataan politik yang secara organisasi merugikan citra partai sendiri dan memancing kemarahan kader di tingkat daerah.
"Saya berharap, Ketua Dewan Pembina dapat mengeluarkan teguras keras terhadap setiap kader partai yang kerap kali memancing kemarahan kader lain dalam pernyataan politiknya," katanya.
(T.SO32/R018)Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com