Tasikmalaya (ANTARA News) - Sembilan orang balita usia mulai 15 bulan hingga empat tahun, tersebar disejumlah daerah di Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menderita gizi buruk dan gizi kurang.

"Sebenarnya jumlah penderita gizi buruk dan gizi kurang itu telah berkurang, tahun-tahun sebelumnya mencapai puluhan," kata salah seorang petugas Puskesmas Sukaresik, Ade, kepada wartawan, Selasa.

Sembilan penderita gizi buruk dan kurang gizi, kata Ade, merupakan data yang berhasil tercatat di Puskesmas Sukaresik, satu diantaranya balita perempuan.

Para penderita gizi buruk tersebut, kata Ade, tiga orang warga Desa Sukamenak, dua orang warga Desa Tanjungsari, dua orang warga Desa Banjarsari, satu orang warga Desa Sukapancar dan satu orang warga Desa Margamulya.

Berdasarkan data, kata Ade, enam orang penderita merupakan warga dari kalangan keluarga miskin, dan tiga orang berasal dari kalangan keluarga yang ekonominya dinilai cukup.

Upaya menanggulangi para penderita tersebut, kata Ade, petugas kesehatan dari Puskesmas memberikan pendampingan cara hidup sehat serta memberikan makanan pendamping.

Bahkan pemberian makanan pendamping tersebut, kata Ade, mendapatkan bantuan tambahan pasokan makanan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) masing-masing desa.

"Sekarang program pemberian makanan pendamping dari PNPM sudah berhenti dan diteruskan menggunakan anggaran dari BOK (Bantuan Operasional Kesehatan)," katanya.
(U.KR-FPM/Y003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar