Wisatawan menikmati pemandangan Candi Tinggi di kawasan wisata Muara Jambi, Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Rabu (8/2). Dari total 82 candi yang tersebar di dalam kompleks percandian seluas 2.612 hektar yang terbentang sepanjang 12 km di tepian sungai Batanghari, hingga kini hanya 8 candi yang sudah dipugar sehingga dapat dinikmati wisatawan dalam dan luar negeri. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Berita Terkait
Jambi (ANTARA News) - Ratusan tamu dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2012 yang berlangsung di Jambi mengunjungi kawasan Percandian Muaro Jambi sebagai salah satu tempat peninggalan bersejarah di provinsi ini.

Wartawan ANTARA, Kamis melaporkan, bersama sejumlah tamu saat berkunjung di situs peninggalan dari kerajaan Melayu Kuno abad 7-13 masehi itu, kini menjadi tempat salah satu kunjungan wisata favorif baik lokal maupun mancanegara.

Seorang pemandu candi di Muarajambi, Zubaidi mengatakan, kunjungan para tamu lokal maupun beberapa negara ke candi ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pada bulan Januari 2012 misalnya, tercatat hampir 12 ribu tamu yang telah berkunjung ke candi Muaro Jambi itu. Hal ini menjunjukkan peningkatan yang cukup besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Luas percadian Muaro Jambi tercatat 2.612 hektare atau terluas untuk di kawasan Asia Tenggara. Kompleks ini sudah beberapa kali mengalami renovasi pada beberapa situs yang tersebar pada 84 titik candi.

Pada Desember 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono berkunjung ke kawasan percandian Muaro Jambi.

Menurut Zubaidi, kawasan percaandian Muarajambi, menjadi kunjungan favorit tamu lokal maupun mancanegara karena mudah dijangkau dan hanya berjarak sekitar 20 kilometer arah barat dari Kota Jambi.

Para tamu yang akan melihat secara jauh kawasan percandian itu, juga telah disediakan kendaraan sepeda roda (otlet dan tandem) dengan jasa tarif antara Rp10.000 hingga Rp20.000 per satu jam. (A056)







(T.A056/B/M019/M019) 09-02-2012 12:20:37

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar