Rabu, 1 Oktober 2014

BEM Unud minta kenaikan biaya kuliah ditunda

Minggu, 3 Juni 2012 20:41 WIB | 4.637 Views
Denpasar (ANTARA News) - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) Bali meminta penundaan rencana kenaikan biaya kuliah yang akan diberlakukan perguruan tinggi itu pada tahun akademik 2012.

"Kenaikan ini berkisar hingga 300 persen, pengumumannya sudah keluar di web kampus seminggu lalu," kata Presiden BEM Unud Elbinsar Purba, di Denpasar, Minggu.

Menurut dia, rencana kenaikan ini juga sudah dituangkan dalam surat edaran. Rencananya akan diterapkan tahun ini dan berlaku untuk calon mahasiswa baru.

"Sebetulnya rencana kenaikan ini diberlakukan tahun depan, tetapi tidak tahu kenapa, mengapa pihak kampus malah menerapkan sekarang. Kami kira ini kebijakan yang sangat dipaksakan," ucapnya didampingi Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unud Putu Eka.

Rencana kenaikan tersebut, lanjut dia, dalam surat yang diterimanya, akan berlaku untuk semua fakultas di Unud. Rincian kenaikan itu ada pada biaya sumbangan operasional pendidikan (SOP), kemudian sumbangan pengembangan institusi (SPI).

Seperti pada program studi teknik informatika, biaya SOP yang awalnya Rp 500 ribu menjadi Rp1 juta. Kemudian untuk fakultas ekonomi yang tahun sebelumnya tidak ada biaya untuk SOP tahun ini semua jurusan dikenai biaya yang sangat beragam mencapai Rp1,6 juta.

Untuk pembiayaan ada SPI juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan seperti fakultas MIPA jurusan teknik informatika yang tahun kemarin hanya Rp10 juta kini direncanakan menjadi Rp15 juta. Demikian juga program studi matematika dari Rp2,5 juta menjadi Rp4,5 juta.

Pada pendidikan dokter, terjadi kenaikan paling besar yang tahun kemarin SPI hanya Rp25 juta kini menjadi Rp40 juta. Bukan hanya itu saja, kenaikan ini juga berimbas dengan biaya tiap semester yang akan ditanggung oleh mahasiswa baru nanti.

Ia mencontohkan, pada fakultas hukum yang pada 2011, biaya persemester Rp830 ribu sekarang akan naik menjadi Rp2,5 juta. Demikian juga pada fakultas yang lain biaya pendidikan persemester naik semua.

"Memang kalau SPP-nya tidak naik, tapi biaya lain yang dibayar tiap semester naik," katanya.

Sementara itu, Rektor Unud Prof Dr dr Made Bakta SpPD (KHOM) yang dikonfirmasi via telepon tidak membantah adanya rencana kenaikan ini.

Namun, sejauh ini, kata dia, belum ada hitungan finalnya berapa besar kenaikan karena masih menunggu hasil rapat dengan pihak dekan dan senat pada 7 Juni 2012.

"Justru sebenarnya dengan mekanisme pembayaran biaya pendidikan tunggal (BPT) ini sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hal ini lebih memudahkan siswa. Biaya kuliah bisa dicicil tiap semester dan mahasiswa tidak harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar di awal kuliah untuk membayar SPI," ucapnya.

Menurut dia, ada beberapa butir kenaikan pada berbagai program studi karena berdasarkan perhitungan kembali dari pihak Pembantu Dekan II di masing-masing fakultas.

"Rencana ini sudah kami bicarakan juga dengan dekan, mahasiswa, kenaikannya tidak terlalu signifikan dan tidak terlalu besar," ujar Bakta.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga