Markas PBB, New York (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengungkap, pengamat PBB di Suriah dihambat beraneka jenis senjata, mulai dari peluru tajam hingga pesawat militer pengintai. Hadangan senjata-senjata itu untuk menghambat mereka dalam bertugas.

Para diplomat terkait mengutip Ban mengatakan, beberapa taktik telah digunakan untuk memaksa para pemantau tak bersenjata menarik diri dari daerah di mana pasukan pemerintah telah dituduh melakukan serangan.

Di antara hadangan itu adalah penembakan senjata berat terhadap konvoi Misi Pengawasan PBB di Suriah (UNSMIS), pesawat-pesawat pengintai tak berawak telah memantau pergerakan pengamat dan peluru-peluru tajam telah menembaki kendaraan UNSMIS.

Menurut pejabat PBB, kendaraan PBB hampir setiap hari ditembak di Suriah.

Ban dan utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan hanya beberapa jam setelah pembantaian baru di Suriah di mana puluhan orang dilaporkan dibunuh.

Ban mengatakan, tembakan-tembakan diarahkan kepada konvoi PBB yang berusaha masuk ke desa Al-Kubeir.

Ban mengatakan, menurut bukti awal, tentara Suriah yang mengepung desa dan milisi telah memasuki Al-Kubeir. Mereka membunuhi warga sipil dengan biadab, kata para diplomat pada pertemuan tersebut.

(H-AK)