Sabtu, 20 Desember 2014

Keterlibatan swasta dibutuhkan dalam pelatihan naker

| 2.128 Views
id pelatihan tenaga kerja, perusahaan swasta
Jakarta (ANTARA News) - Keterlibatan swasta selain untuk menampung tenaga kerja, juga dibutuhkan sejak pelatihan untuk mencetak tenaga kerja yang berkualitas dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan dunia industri sehingga mempercepat penyerapan tenaga kerja.

"Keterlibatan perusahaan swasta dalam membantu pemerintah dibutuhkan untuk meningkatkan standar kualitas pelatihan pencari kerja dan menambah ketersediaan SDM yang siap kerja," kata Dirjen Binalattas Kemnakertrans Abdul Wahab Bangkona usai penandatanganan kesepakatan bersama dengan Direktur Utama PT Tira PT Tira Austenite Tbk Arief Goenadibrata di Jakarta, Senin.

Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnakertrans mengadakan kerjasama dengan PT Tira Austenite Tbk untuk pengembangan program pelatihan dan pemagangan serta penyelenggaraan kompetisi kejuruan las pada Kompetensi Keterampilan Asean (ASEAN Skills Competition/ASC) ke IX pada bulan November nanti.

Kerjasama antara pemerintah dan perusahaan swasta terkait pelatihan keterampilan kerja disebut Wahab dapat diwujudkan dengan memfasilitasi program pemagangan di perusahaan atau kerjasama pelatihan yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja.

"Keberadaan pencari kerja dan tenaga kerja yang kompeten akan sangat mendukung efisiensi dan produktivitas di dunia usaha dan industri yang pada gilirannya akan meningkatkan keuntungan bagi dunia usaha dan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja itu sendiri," kata Wahab.

Langkah kerjasama Tira Austenite dinilai dapat menjadi contoh bagi kegiatan serupa dimasa yang akan datang dengan perusahaan lain yang diharapkan Wahab dapat berkembang dari persiapan mengikuti kompetisi menjadi pelatihan keterampilan pada umumnya.

Sementara itu, penyelenggaraan Asean Skill Competition IX yang rencananya digelar bulan November yang akan datang diharapkan dapat menjadi arena unjuk kebolehan terhadap penguasaan kompetensi keterampilan kerja berbagai bidang kejuruan oleh para tenaga kerja muda Indonesia.

"Pelaksanaan ASC ini akan membantu pengembangan sumber daya manusia khususnya tenaga kerja muda di Indonesia untuk mencapai kompetensi sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar kerja global," kata Wahab.

Keikutsertaan dalam kompetisi semacam ASC dinilai penting sebagai salah satu cara mengukur kemampuan tenaga kerja muda Indonesia melawan tenaga kerja negara-negara ASEAN seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja.

Dalam ASEAN Skills Competition ke-9 itu akan dilaksanakan kompetisi bagi 22 kejuruan dan satu kejuruan ekshibisi yakni teknologi otomotif, mechatronics, sistem administrasi jaringan internet-telekomunikasi, IT software solution for business, plumbing and heating, pengelasan, pemasangan tembok dan lantai, refrigeration and air conditioning, bricklying, joinery, pembuatan kabinet, desain website, elektronika, teknologi fashion, jasa restoran, memasak, desain mekanika teknik, teknologi desain grafis, terapi kecantikan, otomatisasi industri, menata rambut, dan instalasi listrik.

(A043)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga