Kamis, 23 Oktober 2014

Wartawan diculik dan dibunuh di Meksiko

| 3.962 Views
id pembunuhan wartawan meksiko, victor baez
Pembunuh Victor Baez melakukan kejahatan yang melukai keluarganya dan seluruh wartawan. Tujuan mereka adalah mengintimidasi masyarakat."
Kota Meksiko (ANTARA News) - Penyerang menculik dan membunuh seorang pewarta yang meliput kasus kriminal di negara bagian Veracruz, Meksiko, kata sejumlah pejabat, Kamis, dalam insiden terakhir dari serangkaian serangan terhadap wartawan di tengah perang narkoba yang tanpa henti di negara itu.

Victor Baez, yang bekerja untuk harian Milenio, diculik ketika ia sedang meninggalkan kantornya di kota Xalapa pada Rabu larut malam, dan polisi menemukan mayatnya pada pagi hari di pusat kota itu, kata Gina Dominguez, juru bicara pemerintah daerah Veracruz, lapor Reuters.

Dominguez mengidentifikasi penculiknya sebagai tiga orang bersenjata namun tidak memberikan penjelasan terinci mengenai bagaimana ia dibunuh.

"Pembunuh Victor Baez melakukan kejahatan yang melukai keluarganya dan seluruh wartawan. Tujuan mereka adalah mengintimidasi masyarakat," kata Dominguez pada jumpa pers yang dihadiri oleh wartawan-wartawan yang bekerja bersama Baez selama bertahun-tahun.

Sejumlah wartawan meninggalkan Veracruz dalam beberapa bulan terakhir ini karena khawatir akan keselamatan mereka, namun Baez tetap tinggal untuk melaksanakan tugas peliputan.

"Ia pernah mengatakan kepada saya, `Teman, kita tidak boleh dan tidak seharusnya tinggal dalam ketakutan dan kegelapan. Kita tidak boleh membiarkan mereka menteror kita`," kata Dominguez.

Baez adalah wartawan keenam yang dibunuh di Meksiko dalam dua bulan terakhir. Seorang pewarta kasus kriminal dibunuh di negara bagian Sonor, Meksiko utara, dan seorang lagi di negara bagian Morelos dekat Kota Meksiko.

Tiga wartawan lain dibunuh di Veracruz, yang mengalami peningkatan kekerasan ketika kartel Zetas bertikai dengan kelompok saingan untuk memperebutkan rute penyelundupan narkoba ke AS.

Jumat, seorang wartawan kasus kriminal di negara bagian Coahuila, Meksiko utara, hilang bersama putranya yang berusia dua tahun. Stephania Cardoso (28) bekerja untuk harian Zocalo di kota Saltillo.

"Kami sangat khawatir atas hilangnya Stephania Cardoso dan putranya," kata Joel Simon, direktur Komite Perlindungan Wartawan yang bermarkas di New York.

Menurut Komnas HAM Meksiko, lebih dari 80 wartawan dibunuh di negara itu sejak 2000. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca