Rabu, 22 Oktober 2014

Penari asing meriahkan festival kesenian di Kediri

| 3.174 Views
id penari asing, festival kediri
Mereka mempunyai kesamaan untuk mementaskan seni. Jadi, kami lakukan agenda ini murni untuk menampilkan kesenian lokal yang dikolaborasikan dengan kesenian yang ditampilkan dari penari asing,"
Kediri (ANTARA News) - Sebanyak delapan penari asing dari sejumlah negara akan memeriahkan kegiatan festival kesenian yang diselenggarakan di Candi Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Bagian artistik festival Bagus Budi Indarto di Kediri, Rabu mengemukakan, kegiatan itu akan diselenggarakan pada Kamis (28/6) malam. Kegiatan ini memang sebagai upaya untuk mengenalkan kesenian dari negara lain ke Indonesia.

"Mereka mempunyai kesamaan untuk mementaskan seni. Jadi, kami lakukan agenda ini murni untuk menampilkan kesenian lokal yang dikolaborasikan dengan kesenian yang ditampilkan dari penari asing," ucapnya.

Ia mengatakan, sejumlah penari asing itu di antaranya berasal dari Prancis, Australia, Malaysia, Sri Langka, serta beberapa negara lainnya. Mereka adalah para seniman yang sudah lama malang melintang dalam dunia seni di sejumlah negara dunia.

Kegiatan yang dikemas dalam acara "3 th Arts Island Festival 2012" yang bekerja sama dengan Forum Pendopo Kabupaten Kediri, ini digelar dengan berbagai macam atraksi dan pagelaran seni. Beberapa di antaranya adalah hip hop, balet, serta tarian kontemporer lainnya.

Bagus mengungkapkan, di lokasi candi ini mempunyai nilai historis tersendiri. Selain latar belakang sejarah, di tempat ini juga sangat menarik untuk dijadikan sebagai lokasi pentas. Terlebih lagi, peninggalan kebudayaan seperti Candi Tegowangi ini tidak ada di luar negeri, sehingga para penari pun sangat antusias.

"Di tempat ini ada histori tersendiri, dan hal ini memberi inspirasi bagi para kreator," tukasnya.

Ia mengungkapkan, di Indonesia, kegiatan ini diselenggarakan di tiga lokasi yaitu di Klungkung, Bali, Kota Batu, dan terakhir di Kediri yang ditempatkan di Candi Tegowangi, Kecamatan Plemahan tersebut.

Revati Ilanko, salah seorang penari dari Sri Langka mengaku sangat senang bisa pentas di Indonesia. Ia mengaku sudah mempersiapkan konsep untuk tarian yang akan dibawakannya pentas.

"Saya senang dan berharap kegiatan bisa lancar," tuturnya.

Bilqis Hijjas, penari dari Malaysia mengaku cukup bangga bisa pentas di Indonesia. Terlebih lagi, diperkirakan jumlah penonton akan cukup banyak sampai 5.000 orang. Padahal, di Malaysia ia biasanya saat pentas hanya ditonton sekitar 300 orang saja.

"Saya akan memberikan persembahan maksimal. Saya juga diberi kesempatan bisa pentas," ucapnya.

Ia enggan mengomentari tentang klaim beberapa peninggalan budaya seperti Tari Tor Tor yang asli dari Sumatra Utara oleh Malaysia. Ia mengatakan, masalah seni itu tidak bisa saling klaim, karena menyangkut kesenangan dan kecintaan individu.

Namun, ia mengatakan, masing-masing daerah tentunya mempunyai ciri khas yang berbeda tentang suatu tarian. Kalau untuk Malysia, lebih terpengaruh dari budaya Melayu. Ia beharap, adanya salah paham itu bisa diakhiri.
(ANT-130/C004)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca