Jumat, 24 Oktober 2014

Balotelli bawa momen termanis

| 3.681 Views
id mario balotelli, italia vs spanyol, timnas italia, piala eropa 2012
Balotelli bawa momen termanis
Mario Balotelli (REUTERS/Christian Hartmann)
Balotelli bagaikan Dennis Rodman atau Terrell Owens di puncak karier. Seperti mereka, Balotelli mampu mengambilalih dominasi pertandingan dengan talenta dan kecerdikannya"
Jakarta (ANTARA News) - Momen termanis yang terjadi pada Piala Eropa 2012 tak seperti yang Anda bayangkan.

Setelah berhasil merobek gawang Manuel Neuer, dua kali, dan memastikan kemenangan 2-1 Italia atas Jerman pada laga semifinal di Stadion National, Warsawa, striker Italia Mario Balotelli melakukan hal yang tak pernah dibayangkan seluruh penonton di stadion. 

Dia memeluk hangat seorang wanita tua, kecil, yang duduk di bangku paling depan. Balotelli yang dikenal pemberontak, berani, dan tempramental di lapangan, tampak luluh dalam pelukan wanita itu.

Ini adalah contoh kehangatan hubungan ibu dan anak.  Silvia Balotelli, ibu angkat Balotelli, sengaja datang ke stadion untuk mendukung anak kesayangannya.  Balotelli mengaku, selepas mencetak dua gol tersebut, dia merasa emosional.

"Momen terbaik malam itu adalah ketika saya melihat ibu saya setelah pertandingan. Dua gol tersebut untuk ibu saya," ungkap striker bengal ini.

Balotelli memang fenomenal. Dengan rambut Mohawk dan tato besar di punggung, Balotelli telah menjadi semacam simbol dalam pehelatan sepakbola terbesar Eropa ini. 

Dalam Piala Eropa 2012 ini pula, pemain muda Italia ini pun berlaku buruk.

Diperlakukan rasis

Sebelum Piala Eropa digelar, Balotelli pernah mengancam keluar lapangan jika diperlakuan rasis oleh suporter. 

Benar adanya. Federasi sepakbola Kroasia didenda 101 ribu dolar akibat sorakan rasis dan lemparan pisang suporter mereka yang menyasar Balotelli.  Menyusul, Federasi Sepakbola Spanyol yang didenda 25 ribu dolar karena alasan serupa.

Seorang komentator dari televisi Ukraina mengatakan sorakan rasis yang menyasar sang striker mungkin memperburuk permainan Balotelli di lapangan. Sebuah taktik biasa.

Kemudian media massa Italia Gazzetta dello Sport pun ikut arus, menggambar kartun Balotelli yang tengah memukul keras bola dari puncak Big Ben, seperti King Kong di puncak Empire State Building.

Lahir dari pasangan imigran asal Ghana di Sisilia dan diadopsi oleh keluarga Italia, Balotelli kemudian menjadi pemain sepakbola tempramental, pemarah, bahkan selalu memakai kaos bertulisan provokatif "WHY ALWAYS ME". 

Dia hampir selalu dicemooh, bahkan ketika sudah merobek gawang lawan, baik di klubnya Manchester City maupun timnas Italia.

Balotelli juga punya reputasi sebagai pemain bertalenta tinggi namun ceroboh sehingga sering nyaris menerima hadiah kartu merah.  Banyak pula pengamat yang mengatakan Balotelli bisa menjadi pilihan bodoh bagi pelatih Italia Cesare Prandelli.

Namun, Balotelli berhasil membalikkan semua dugaan. Banyak ditemukan kelakuan bengal para pemain lain seperti ulah Samir Nasri yang mendamprat wartawan hingga para pemain Belanda yang bermain egois, namun Balotelli hampir tak pernah terdengar berulah.

Dia menolak protes ketika namanya tak dimasukkan Prandelli sebagai pemain pembuka, namun sebagai gantinya, dia mencetak gol bagi timnya. 

Pahlawan Italia

Walaupun sempat dikabarkan terlibat perseteruan dengan rekan setimnya De Rossi, Balotelli juga mampu membina hubungan baik dengan rekan sesama pemain depannya, Antonio Cassano dan pengatur permainan Italia Andrea Pirlo. 

Dia bahkan tak mau tampil di media ala Nasri, dan tampil dalam konfrensi pers sebagai seorang dewasa, lagi lucu. Dia sebut dirinya Peter Pan.

Tak hanya itu, Balotelli juga dihormati rekan setimnya.  Balotelli bagaikan Dennis Rodman atau Terrell Owens di puncak karier. Seperti mereka, Balotelli mampu mengambilalih dominasi pertandingan dengan talenta dan kecerdikannya. 

Hingga kini, penggemar sang striker bengal ini bertambah banyak, mengimbangi kritik yang menerpanya.

Balotelli kini pahlawan Italia, bukan sekadar striker andalan Italia. Dia telah membuktikan kualitasnya pada laga semifinal melawan Jerman.

Dan momen termanis Piala Eropa datang dari dirinya, Mario Balotelli.

(feb)

sumber: Sport Illustrated

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga