Cara kerja pikiran saat berbelanja
Jumat, 6 Juli 2012 10:59 WIB | 2783 Views
Pewarta: Natisha Andarningtyas
Hasil penelitian menunjukkan, konsumen cenderung membeli barang pertama yang mereka lihat saat harus membuat keputusan cepat. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Hasil penelitan terkini menunjukkan bahwa secara tidak sadar orang-orang memilih benda yang pertama kali ditunjukkan saat berbelanja, terutama ketika harus memutuskan tanpa banyak pertimbangan.
Dalam tiga percobaan, peserta studi secara konsisten memilih barang-barang yang pertama disodorkan saat harus cepat memilih, demikian menurut hasil studi bertajuk "Firts is Best" yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE.
Dalam penelitian itu para peserta studi ditawari barang oleh dua
tim yang terdiri atas dua penjual laki-laki dan dua penjual perempuan. Sesudahnya mereka langsung ditanya apa pilihan mereka serta diminta mengisi form
reaksi yang dibuat berdasarkan tes psikologi kognitif.
Tanpa mengindahkan kesukaan mereka pada orang tertentu, tanpa
sadar peserta studi selalu memilih tim atau orang pertama yang
menawarkan barang, demikian hasil penelitian yang ditulis laman Livescience.com.
Sementara untuk menguji pilihan pada barang, para peneliti meminta lebih dari 200
penumpang di stasiun kereta untuk memilih satu dari dua permen karet
yang ditawarkan bersamaan dan mereka hanya punya satu detik untuk melihat pilihan.
Hasilnya menunjukkan bahwa ketika harus berpikir cepat, permen karet yang pertama
diperlihatkan lebih banyak dipilih.
"Penelitan kami menunjukkan, manager pengelola atau pemasaran bisa mengembangkan strategi bisnis berdasarkan fakta bahwa barang-barang yang ditemui pertama cenderung akan dipilih oleh konsumen," kata Dana R Carney, peneliti dan asisten profesor ilmu pemasaran di University of California, Berkeley's Haas School of Business.
Para peneliti yakin ada beberapa faktor yang mendasari proses pemilihan tersebut, termasuk preferensi terhadap pilihan pertama yang bersumber dari adaptasi
evolusi kesukaan pada yang pertama.
Penulis hasil studi memberikan contoh tentang bagaimana, dalam
kebanyakan kasus, manusia secara alami cenderung memilih orang yang pertama mereka
temui seperti ibu dan anggota keluarga.
Carney menambahkan, konsep sejarah "pecking order" juga mendukung temuan mereka.
(nta)
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com