Minggu, 26 Oktober 2014

Indonesia siap bangun pabrik mie instan di Rusia

| 5.390 Views
id Dubes RI di Rusia Djauhari Oratmangun, mie isntan indonesia
Indonesia siap bangun pabrik mie instan di Rusia
Djauhari Oratmangun (FOTO.ANTARA)
saya akan ketemu dengan pembuat produk mie instan dan ajak mereka melihat potensi pasar di Rusia
Moskwa (ANTARA News) - Dubes RI di Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan Indonesia siap menanamkan modal bagi pembangunan pabrik mie instan di negeri bekas komunis yang rakyatnya ternyata mulai gemar makanan khas masyarakat Asia khususnya orang Indonesia.

"Itu permintaan khusus dari Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin waktu kami bertemu. Ternyata mie instan juga sangat digemari di Rusia," kata Djauhari di Moskwa, Sabtu.

Menurut Djauhari, dalam pertemuan antara Indonesia-Rusia beberapa waktu lalu terjadi kesepakatan perdagangan antar dua negara.

Rusia menawarkan mengekspor langsung gandumnya ke Indonesia dengan imbal balik ekspor minyak sawit bisa ditingkatkan ke negara itu. Indonesia melakukan investasi dengan membangun pabrik mie instan.

"Ini peluang besar bagi perusahaan mie instan Indonesia karena jumlah penduduk Rusia sangat besar. Kalau saya ke Indonesia saya akan ketemu dengan pembuat produk mie instan dan ajak mereka melihat potensi pasar di Rusia," kata Djauhari.

Rusia adalah sebuah negara yang membentang dengan luas disebelah timur Eropa dan utara Asia. Dengan wilayah seluas 17.075.400 km, Rusia adalah negara terbesar dunia.

Wilayahnya kurang lebih dua kali wilayah China atau Amerika Serikat. Penduduknya menduduki peringkat ketujug di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brasil dan Pakistan.

Negara ini dahulu pernah menjadi negara bagian terbesar Uni Soviet. Rusia adalah ahli waris utama Uni Soviet dan mewarisi 50 persen jumlah penduduk, 2/3 luas wilayah, dan kurang lebih 50 persen aset-aset ekonomi dan persenjataannya.

Penduduk Rusia sekarang ini sekitar separuh dari total jumlah penduduk Indonesia.

"Pasar mie instan sangat besar di sini. Peluang ini tidak boleh disia-siakan. Siapa pengusaha Indonesia yang tertarik bangun pabrik di Rusia, silakan hubungi KBRI Moskwa," katanya.

Kepala Bidang Penerangan KBRI Moskwa M. Aji Surya mengatakan mie instan populer di Rusia. "Di negeri Beruang Putih ini banyak toko yang menjual mie instan, apalagi di kantin KBRI ," katanya setengah bergurau.

Delegasi Indonesia pada World Media Summit yang berlangsung di gedung World Trade Center misalnya menemukan supermarket yang menjual aneka ragam mie instan dan tampak banyak dibeli warga setempat. Yang banyak dijual adalah merk Rolton dan Dosirak. Belum ada mie instan yang bermerk produk Indonesia.

Harga mie instan di Rusia sekitar 30 rubel atau satu dolar AS.

Menurut Aji Surya, tawaran kepada pengusaha Indonesia untuk investasi pabrik mie instan di Rusia yang begitu kuat itu membuktikan keseriusan Rusia menjadikan Indonesia sebagai mitra usaha.

Ia mengatakan volume perdagangan kedua negara ditargetkan meningkat hingga US$5 miliar pada 2014. Pada tahun 2011 nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 2,51 miliar, naik dari 2010 yang sebesar US$ 1,68 miliar.
(ANT)

 



Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca