Minggu, 24 Agustus 2014

Warga Nganjuk kesulitan cari air bersih

Senin, 16 Juli 2012 22:00 WIB | 2.772 Views

Nganjuk (ANTARA News) - Sedikitnya 1.500 kepala keluarga di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami kesulitan air bersih, sehingga mereka terpaksa naik gunung sejauh 15 kilometer guna mendapatkan air bersih.

Siti Sujirah, warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Senin mengemukakan saat ini mata air sudah mulai menyusut, sehingga pasokan air berkurang.

"Saat ini sudah mulai musim kemarau sehingga pasokan air juga semakin berkurang. Warga di sini sudah mulai kesulitan mencari air bersih," katanya mengungkapkan.

Menurut dia, sebenarnya ada tandon yang digunakan untuk menampung air yang berasal dari sejumlah mata air dari lereng Gunung Wilis. Namun, saat ini tandon itu tidak ada airnya karena pasokan air juga minim.

Warga, kata dia, terpaksa naik gunung guna mencari sumber air bersih. Mereka terpaksa mencari air dan berjalan sampai 15 kilometer ke puncak gunung guna mendapatkan air bersih.

Air yang mereka bawa juga tidak banyak, hanya sekitar dua jeriken saja. Selain medan yang cukup sulit, mereka juga terpaksa menempuh perjalanan jauh sehingga jika membawa jeriken banyak, akan menyulitkan perjalanan.

Di Kecamatan Ngetos tersebut, terdapat sedikitnya tiga desa yang sudah mulai kekurangan air, di antaranya Desa Mojoduwur, Desa Sanan, dan Desa Ngetos. Selain di kecamatan itu, di Kecamatan Pace, Gondang, serta Ngluyu, juga termasuk daerah yang kesulitan air bersih.

Sementara itu, Kepala Subbagian Pemberitaan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Ahmadi, mengatakan sudah koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nganjuk untuk mengirimkan air bersih di sejumlah daerah yang mengalami kekeringan.

"Tiap tahun rutin terjadi kesulitan air di sejumlah daerah itu. Kondisi itu lebih disebabkan karena masalah geografis," kata Ahmadi.

Saat ini, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nganjuk sudah mulai mengirimkan air ke sejumlah daerah yang kekurangan, di antaranya di Kecamatan Ngetos tersebut.

Avan, petugas PDAM, mengatakan bahwa kiriman air itu merupakan permintaan dari perangkat desa. Hal itu diajukan ke PDAM karena di daerah tersebut warga kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami mengirimkan air dua kali dalam satu pekan. Satu kiriman biasanya sekitar 4.000 liter," kata Avan saat mengirimkan air.

Ia mengatakan bahwa permintaan untuk pengiriman air saat ini sudah mulai ada peningkatan. Biasanya, permintaan banyak pada saat kemarau sekitar Juni--Oktober, terutama di daerah-daerah perbukitan.

Pihaknya mengungkapkan, sampai saat ini, sudah 24.000 liter air yang dikirimkan ke daerah-daerah yang kekurangan air bersih itu. Diharapkan, dengan itu masyarakat bisa terbantu.

(ANT-130/D007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga