Jumat, 25 Juli 2014

"Penjual parsel wajib sebutkan toko penjualnya"

Rabu, 25 Juli 2012 12:23 WIB | 1.623 Views
Ilustrasi - Penjual parsel.(FOTO ANTARA/FB Anggoro)
Bandung (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat meminta kepada penjual parcel Lebaran untuk menyebutkan label toko penjualnya sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap parsel yang dijualnya kepada masyarakat.

"Bentuk pengawasan lain yang kami lakukan terkait mulai maraknya penjual parsel Lebaran adalah kami sudah menginstruksikan beberapa tahun lalu supaya penjual parsel menyebutkan tokonya parsel yang dijual," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif, ketika dihubungi melalui telepon, Rabu.

Ia menjelaskan, apabila label penjualnya tercantum pada parsel Lebaran maka penerima parcel akan mudah untuk melakukan pengaduan jika terdapat barang-barang yang ada di dalam parcel yang sudah lewat kedaluwarsanya atau tidak layak dikonsumsi.

"Jadi kalau di parselnya disebutkan toko penjualnya kan gampang melaporkannya kalau ada makanan kadarluasa atau sejenisnya. Tinggal dikembalikan lagi ke tokonya," kata Ferry.

Dikatakan dia, berdasarkan pengalaman setiap tahunnya, Disperindag Jabar memang kerap menemukan barang-barang parcel yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

"Temuan kita biasanya setiap kita melakukan pengawasan ke lapangan mengecek parsel-parsel Lebaran paling ditemukan makanan atau minuman yang kadarluasa. Itu pun jarang yang sampai berbulan-bulan kadarluasanya paling seminggu," kata dia.

Menurut dia, bagi penjual parsel yang nakal atau kedapatan menjual parsel yang berisikan makanan kadarluasa atau tidak layak konsumsi maka Disperindag akan memberikan sanksi kepada penjual tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya lebih teliti dan jeli apabila hendak memberi parcel saat Lebaran.

(ANT)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga