Sabtu, 2 Agustus 2014

Rusia tuduh AS benarkan teror di Suriah

Kamis, 26 Juli 2012 21:18 WIB | 3.796 Views
Rusia tuduh AS benarkan teror di Suriah
Peti jenazah mantan Menteri Pertahanan Suriah, Daoud Rajha, disemayamkan dalam upacara pemakaman di Gereja Cross, di Damaskus, Jumat (20/7). Rajha tewas akibat ledakan bom yang meledak saat pertemuan para menteri dan pejabat keamanan di kantor keamanan nasional di Damaskus, Rabu (18/7). (REUTERS/Khaled al-Hariri)
Moskow (ANTARA News) - Rusia pada Rabu mengecam Amerika Serikat dan menuduh Paman Sam membenarkan teror. Hal ini terkait dukungan Amerika Serikat kepada oposisi bersenjata melawan pemerintah Suriah, dengan menyatakan tidak mengutuk ledakan pada 18 Juli, yang menewaskan pejabat keamanan.

"Itu sikap cukup mengerikan. Saya bahkan tidak dapat menemukan kata untuk menjelaskan perasaan kami," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, kepada wartawan.

"Itu secara langsung membenarkan terorisme. Bagaimana itu dapat dipahami?" katanya.

Lavrov menyatakan bingung pada seruan pada Rusia untuk menjelaskan sikapnya terhadap Suriah, dengan mengatakan kebijakan Moskow sangat jelas dan tindakan Barat-lah yang bertentangan.

Ia mengecam Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Susan Rice, dengan mengatakan wanita itu menegaskan bahwa serangan Damaskus tersebut berarti Dewan Keamanan badan dunia itu harus menyetujui resolusi hukuman terhadap Suriah pada pekan lalu, yang kemudian diveto Rusia.

"Dengan kata lain, dalam bahasa polos Rusia, itu berarti kami (Amerika Serikat) akan terus mendukung tindakan teroris seperti itu selama Dewan Keamanan tidak melakukan yang kami inginkan`," kata Lavrov.

Tapi, wanita juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Victoria Nuland membalas dengan mengatakan bahwa pada hari serangan itu, "kami sangat jelas mengutuk kekerasan dalam segala bentuk di Suriah".

Tapi, ia menambahkan, "Siapa memikul tanggung jawab untuk kekerasan di Suriah? Siapa yang menggunakan pesawat sayap tetap terhadap rakyat mereka, helikopter, senata berat, pesawat tempur? Itu adalah pemerintah Assad."

"Seperti yang kami katakan, sayangnya tidak mengherankan bahwa orang mencoba membela diri sekarang," katanya.

Rusia berulang kali menolak tuduhan Moskow mendukung pemerintah Presiden Bashar Assad dalam kemelut itu, dengan menyatakan menerapkan pendekatan khusus sambil menegur Barat atas keberpihakannya pada pemberontak.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon pada Rabu, dalam kunjungannya ke Bosnia Herzegovina pada tahap akhir lawatan sepekannya ke Balkan, mendesak negara besar dunia melakukan tindakan guna menghentikan kerusuhan di Suriah.

Ban memberi penghormatan di pusat peringatan di Srebrenica, tempat 8.000 anak-anak dan pria Muslim Bosnia tewas selama perang saudara pada 1990-an.

(B002/Z002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga