Kamis, 18 September 2014

Penyelenggara Olimpiade selidiki kursi-kursi kosong

Minggu, 29 Juli 2012 14:35 WIB | 3.244 Views
Penyelenggara Olimpiade selidiki kursi-kursi kosong
Sebagian besar kursi kosong pada putaran pertama laga sepak bola Grup F antara Swedia dan Jepang pada hari pertama Olimpiade London di City of Coventry Stadium. (www.london2012.com)
London (ANTARA News) - Komite Penyelenggara Olimpiade London (London Organising Committee of the Olympic and Paralympic Games/LOCOG) melancarkan investigasi menyangkut kursi-kursi yang kosong pada hari pertama pelaksanaan Olimpiade, Sabtu.

"LOCOG sedang melakukan investigasi penuh terhadap apa yang terjadi," kata Menteri Kebudayaan Jeremy Hunt, menteri yang menangani Olimpiade, kepada BBC sehari setelah acara pembukaan yang mendapatkan pujian luas dengan menampilkan Ratu Elizabeth, Paul McCartney dan Rowan Atkinson.

Pada Sabtu, televisi menayangkan berbagai pertandingan. Orang-orang yang berdatangan ke arena pertandingan melihat sejumlah kursi kosong pada jam-jam awal pertandingan di gelanggang air, bola basket dan pada jam-jam berikutnya di arena tennis Wimbledon.

"Tampaknya kursi-kursi itu adalah kursi yang diperuntukkan bagi para sponsor, tapi kalau mereka tidak muncul, kami menginginkan publik bisa mendapatkan tiket karena keberadaan mereka akan memeriahkan pertandingan. Jadi kami akan menangani masalah ini sesegera mungkin," kata Hunt.

Menteri Olahraga Hugh Robertson mengatakan ia terkejut melihat arena-arena pertandingan yang tidak dipenuhi penonton.

LOCOG biasanya menerakan tanda "sudah habis" beberapa menit setelah tiket mulai dijual kepada publik.

Hari Sabtu, sejumlah loket di arena-arena pertandingan masih diwarnai dengan antrian orang yang ingin membeli tiket.

"Saya tiap hari mencoba dan terus mencoba mendapatkan tiket pertandingan sepak bola untuk Argentina," kata seorang pekerja bidang listrik asal Argentina, Lucas Lopez (34 tahun).

Nicolette Robinson (47 tahun), seorang konsultan merek dan desain yang semasa kecil ingin menjadi pesenam seperti pahlawannya, Nadia Comaneci, juga kecewa karena tidak bisa mendapat tiket untuk menyaksikan pertandingan senam di Olimpiade London.

"Saya kira setidaknya apa yang bisa saya lakukan adalah melihat mereka. Melihat mereka di televisi sementara setengah stadionnya ternyata sepi, sayang sekali. Kalau bisa saya mau membayar berapa saja supaya bisa melihat mereka," ujarnya.

LOCOG menolak untuk memberikan gambaran mengenai jumlah orang yang hadir di arena-arena pertandingan pada hari Sabtu atau berapa banyak tiket yang terjual. LOCOG hanya menyebutkan penonton Olimpiade akan mencapai jumlah 11 juta orang.

"Saya hadir di Olimpiade Beijing tahun 2008 dan salah satu pelajaran yang kami dapatkan saat itu adalah stadion yang penuh dengan penonton akan membuat suasana terbaik. Terbaik bagi para atlet dan akan lebih menyenangkan untuk para penonton, dan itu telah menjadi prioritas paling utama," kata Hunt.

Hingga awal Juni, sudah tujuh juta dari keseluruhan 8,8 juta tiket Olimpiade dan sekitar setengah dari 2,45 juta tiket Olimpiade bagi para penyandang cacat yang sudah terjual.

(T008)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga