Minggu, 21 September 2014

KPPU duga keterlibatan kartel dalam gejolak harga kedelai

Senin, 30 Juli 2012 15:36 WIB | 2.161 Views
KPPU duga keterlibatan kartel dalam gejolak harga kedelai
Pemerintah membebaskan sementara bea masuk impor kedelai setelah pengrajin tahu tempe melakukan aksi protes dengan menghentikan produksi karena harga kedelai dalam melonjak. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada persaingan usaha tidak sehat dan keterlibatan kartel dibalik kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini.

"Kasus yang kita hadapi ini bukan hanya kedelai, tapi berkaitan dengan kartel," kata Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin.

Dia merujuk pada kasus serupa tahun 2007-2008. Data KPPU pada kurun waktu itu menunjukkan bahwa struktur pasar importasi kedelai bersifat oligopolistik dimana hanya ada sedikit pemasok di pasar sehingga mereka atau seseorang diantaranya bisa mempengaruhi harga.

"Waktu itu pasokan kedelai impor yang dilakukan importir hanya dikuasai oleh dua pelaku usaha yaitu PT Cargill Indonesia dan PT Gerbang Cahaya Utama dengan menguasai 74,66 persen importasi," kata dia.

Menurut dia, saat itu KPPU menduga adanya pengaturan pasokan oleh kedua perusahaan tersebut dan melakukan penyelidikan, namun tidak menemukan bukti kuat. 

"KPPU sudah lakukan semuanya, adanya persaingan tidak sehat sudah dari dulu, tapi sulit ditemukan bukti kuat," kata dia.

Berdasarkan data penguasaan pasokan kedelai impor Indonesia tahun 2007, PT. Gerbang Cahaya Utama tercatat sebagai importir terbesar dengan volume impor kedelai sekitar 830.761 ton (47 persen) dan Cargill mengimpor sebanyak 503.426 ton (28 persen).

Importir ketiga terbesar adalah PT. Alam Agri Adiperkasa yang mengimpor 178.017 ton (10 persen) kedelai. 

Ketiga perusahaan tersebut mengimpor kedelai lebih dari 100 ribu ton dalam setahun atau menguasai 84,63 persen importasi kedelai.

"Sementara importir lainnya hanya mengimpor dalam jumlah sedikit, kurang dari satu persen dari keseluruhan volume kedelai yang diimpor pada 2007," kata dia. 

Menurut Tadjudin, saat ini KPPU juga memantau pola pergerakan harga kedelai nasional di basis-basis konsumen kedelai impor yang 78 persen diantaranya terkonsentrasi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

KPPU akan melihat kemungkinan adanya persaingan usaha yang tidak sehat dalam perdagangan kedelai impor di dalam negeri dan mengambil langkah lanjutan jika menemukan bukti-bukti kuat.

(tri)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga