Sabtu, 1 November 2014

Pemerintah diminta permudah produksi kedelai

| 1.456 Views
id harga pangan, krisis pangan, harga sembako, kemandirian pangan, politisi senior pdip, ap batubara
Pemerintah diminta permudah produksi kedelai
ILUSTRASI - Produksi tanaman kedelai. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Kemudahan seperti pemberian kredit kepada petani tanpa bunga, subsidi pengadaan pupuk dan benih, sehingga petani bersedia menanam kedelai dan produksi kedelai akan mampu memenuhi kebutuhan nasional,"
Jakarta (ANTARA News) - Politisi Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) AP Batubara meminta pemerintah agar memberikan kemudahan petani dalam menunjang peningkatan produksi tanaman kedelai.

"Kemudahan seperti pemberian kredit kepada petani tanpa bunga, subsidi pengadaan pupuk dan benih, sehingga petani bersedia menanam kedelai dan produksi kedelai akan mampu memenuhi kebutuhan nasional," katanya di Jakarta, Senin.

Ketika menangapi mahalnya harga kedelai saat ini, anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP yang akrab dipaggil AP itu mengatakan, seharusnya pemerintah mengaglakkan program petani menanam kedelai dalam negeri dengan pemberian kemudahan produksi tersebut.

Selain itu, kata AP, pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, diharapkan mampu membuka lahan baru di luar Jawa guna meningkatkan area penanaman komoditas kedelai.

Dengan demikian, Indonesia yang kini hanya mampu memproduksi kedelai 860.000 ton/tahun atau 30 persen dari 3 juta ton kedelai kebutuhan secara nasional per tahun, akan mampu memenuhi kebutuhan itu setahap demi tahap.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR RI Sadar Subagyo mempertanyakan lonjakan alokasi anggaran Kementerian Pertanian yang mencapai 600 persen dalam kurun waktu enam tahun (2005--2011) tidak berdampak signifikan bagi peningkatan produksi pangan nasional.

Sadar mengungkapkan bahwa pada tahun 2005 anggaran Kementan sebesar Rp5,335 triliun dan terus meningkat setiap tahunnya hingga mencapai alokasi Rp36,664 triliun pada tahun 2011.

Anggaran tersebut, katanya, dialokasikan ke dalam tiga pos yakni anggaran Kementerian, subsidi pupuk dan subsidi benih. Dalam kurun waktu yang sama, peningkatannya adalah 567 persen untuk anggaran Kementan, 644 persen untuk subsidi pupuk dan -19 persen untuk subsidi benih.

Dari alokasi anggaran untuk Kementan yang terus melonjak itu, menurut politisi Partai Gerindra itu, setelah dikaji lebih jauh ternyata tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional.

Untuk padi, peningkatan produksi dari tahun 2005-2011 hanya sebesar 21,4 persen, peningkatan produksi jagung sebesar 40,76 persen, ubi kayu (24,26 persen), ubi jalar (18,05 persen), kedelai (4,38 persen) dan kacang tanah (-17,17 persen).

"Dengan tingkat produksi yang hanya segitu, wajar saja apabila sekarang ini terjadi kelangkaan pangan seperti kedelai yang terus menerus harus diimpor," ujarnya.

Sadar menambahkan, tingkat produktivitas berbagai tanaman pangan itu seharusnya bisa lebih tinggi lagi sehingga target swasembada pangan bangsa ini bisa terwujud.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga