Jumat, 31 Oktober 2014

Kolonel Yaman cedera dalam serangan bom

| 1.620 Views
id kolonel yaman cedera, serangan teroris, seragan al qaida, serangan bom, yaman
Kolonel Yaman cedera dalam serangan bom
Yaman (ANTARA News/Heppy)
Aden (ANTARA News) - Seorang kolonel angkatan darat cedera serius ketika sebuah bom meledak di dalam mobilnya di kota Aden, Yaman selatan, Senin, dalam serangan yang dituduhkan pada Al Qaida.

Kolonel Taha Hussein al-Sabihi dirawat di rumah sakit dalam kondisi serius setelah pemboman itu, yang menimbulkan lubang besar di jalan di pusat kota tersebut, kata beberapa pejabat.

Satu sumber mengatakan, bom itu dipasang di dalam mobilnya oleh anggota-anggota Al Qaida, yang meningkatkan serangan terhadap tentara dan polisi di wilayah selatan sejak mereka dihalau dari provinsi Abyan pada Juni.

Kolonel Sabihi belum lama ini ditugasi mengkoordinasi langkah-langkah keamanan di sekitar Aden, kota terbesar di Yaman selatan, kata sumber itu.

Pada 22 Juli, kementerian dalam negeri mengumumkan, pasukan Yaman disiagakan untuk mencegah aksi "teroris" setelah mereka membongkar komplotan yang melancarkan serangan terhadap pos-pos keamanan dan militer.

Penyerang berencana "menyamar dengan memakai seragam militer dan mencapai sasaran mereka", kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Pada Mei, seorang prajurit Yaman meledakkan bom yang disembunyikan di bawah seragamnya di tengah-tengah sebuah batalyon militer di ibu kota, Sanaa, menewaskan 96 prajurit dan mencederai sekitar 300 orang.

Pemboman Mei itu diklaim oleh Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP), yang telah berjanji akan terus berperang di Yaman.

Pada Juli, serangan bom bunuh diri di pintu gerbang sebuah akademi kepolisian di Sanaa menewaskan delapan taruna dan mencederai beberapa lain. Para pejabat juga menuduh Al Qaida bertanggung jawab atas pemboman itu.

Militan Al Qaida memperkuat keberadaan mereka dalam setahun ini di wilayah selatan, dengan memanfaatkan melemahnya pemerintah pusat akibat pemberontakan anti-pemerintah yang meletus pada Januari 2011.

Ofensif pasukan Yaman yang diluncurkan pada Mei berhasil menghalau militan Al Qaida dari sejumlah kota dan desa di wilayah selatan dan timur yang selama lebih dari setahun mereka kuasai.

Sejak ofensif militer dimulai pada 12 Mei, ratusan orang yang mencakup anggota Al Qaida, prajurit, militan lokal pro-militer dan warga sipil tewas.

Ofensif itu didukung oleh pesawat tak berawak AS yang pada hari itu melancarkan dua serangan udara di Yaman timur yang menewaskan 11 terduga anggota Al Qaida.

Pada 6 Mei, serangan udara AS di Yaman timur menewaskan pemimpin Al Qaida Yaman Fahd al-Quso, yang diburu dalam kaitan dengan pemboman mematikan terhadap kapal USS Cole pada 2000.

Serangan pada Oktober 2000 terhadap USS Cole, kapal perusak Angkatan Laut AS, di pelabuhan Aden, Yaman, menewaskan 17 pelaut dan mencederai 40 orang.

Quso tewas dalam serangan dua rudal di dekat rumahnya di Rafadh, sebelah timur Ataq, ibu kota provinsi Shabwa.

Menurut laporan-laporan, pesawat-pesawat tak berawak AS melancarkan sekitar sepuluh serangan udara di Yaman dalam empat bulan terakhir.

Badan Intelijen Pusat AS (CIA) meminta izin untuk melancarkan serangan lebih lanjut pesawat tak berawak di Yaman, meski ada risiko korban mungkin bukan teroris, kata Washington Post pada April.

AS tidak pernah secara resmi mengakui penggunaan pesawat tak berawak terhadap Al Qaida di Yaman, yang dianggap sebagai cabang paling aktif dan mematikan dari jaringan teror global itu dan menjadi pusat perang melawan teror.

Negara-negara Barat, khususnya AS, semakin khawatir atas ancaman ekstrimisme di Yaman, termasuk kegiatan Al Qaida di Semenanjung Arab (AQAP).

AS ingin presiden baru Yaman, yang berkuasa setelah protes terhadap pendahulunya membuat militer negara itu terpecah menjadi kelompok-kelompok yang bertikai, menyatukan angkatan bersenjata dan menggunakan mereka untuk memerangi kelompok militan itu.

Militan melancarkan gelombang serangan sejak mantan Presiden Ali Abdullah Saleh pada Februari menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, Abdrabuh Mansur Hadi, yang telah berjanji menumpas Al Qaida.

Pada Maret, 185 prajurit tewas dalam serangan besar Al Qaida terhadap sebuah kamp militer di dekat Zinjibar, ibu kota provinsi Abyan, demikian AFP.
(M014)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga