Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, dibuka melemah 12,52 poin atau 0,30 persen ke posisi 4.129,81, seiring dengan koreksi di bursa regional dan komoditas.

Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,19 poin (0,45 persen) ke level 709,59.

"IHSG turut dibuka terkoreksi mengikuti bursa regional dan komoditas," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Ia mengatakan, harga minyak melanjutkan koreksinya pada pagi ini ke level 87,5 dolar AS per barel. Melemahnya IHSG juga dipicu dari koreksi yang terjadi di bursa Eropa serta aksi pasar yang melakukan ambil untung sebelum keputusan The Fed terkait pengucuran quantitative easing (QE) ke-3.

Dari dalam negeri, ujarnya, indeks BEI cukup rawan aksi ambil untung setelah menguat sekitar 3,7 persen dalam lima hari perdagangan saham terakhir.

Menurut dia, beberapa sektor saham yakni otomotif, semen, perbankan dan konsumer diperkirakan mengalami aksi ambil untung.

Sementara itu, analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, investor diperkirakan tengah mencermati data inflasi hari ini yang akan diumumkan badan pusat statistik (BPS).

Selain itu, lanjut dia, aksi tunggu investor akan stimulus yang akan diluncurkan ECB dan juga spekulasi the Fed akan mengeluarkan stimulus, mendorong pelaku pasar melepas saham sejenak sehingga indeks melemah meski masih dalam kisaran terbatas.

Ia memperkirakan, IHSG bergerak mixed pada perdagangan hari ini di kisaran 4.118-4.168 poin, beberapa saham pilihan yakni, Indocement (INTP), Alam Sutera (ASRI), Smart (SMAR), Garuda Indonesia (GIAA).

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 59,42 poin (0,30 persen) ke level 19.737,39, indeks Nikkei-225 turun 90,06 poin (1,04 persen) ke level 8.605,00 dan Straits Times melemah 7,97 poin (0,26 persen) ke level 3.028,43.

(KR-ZMF)