Sabtu, 25 Oktober 2014

Polisi bekuk pencuri sepeda motor

| 2.798 Views
id polisi, bekuk pencuri sepeda motor, polres boyolali,
Tersangka kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik di Markas Polres Boyolali, "
Boyolali (ANTARA News) - Jajaran Kepolisian Resor Boyolali berhasil membekuk pencuri sepeda motor dengan tersangka Hermanto (24), warga Desa Jeblokan, Kabupaten Klaten.

Kepala Subag Humas Polres Boyolali AKP Margono di Boyolali, Rabu mengatakan, tersangka pencuri sepeda motor Yamaha Jupiter Z nopol AD 6244 UK milik Hajar (26), warga Desa Jurug, Mojosongo, tersebut ditangkap oleh polisi, di Ceper, Klaten, Senin lalu.

"Tersangka kini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik di Markas Polres Boyolali, " katanya.

Menurut dia, peristiwa pencurian sepada motor dengan tersangka Hermanto tersebut berawal dari korban Hajar yang datang bermain di rumah Fitri (24), warga Perumahan Randusari Asri Blok C, Kecamatan Teras, Boyolali.

Korban datang ke rumah Fitri dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Yupiter Z. Korban kemudian memarkir sepeda motornya di samping rumah. Korban masuk dan kunci motor ditaruh di atas meja.

Korban kemudian berbincang-bincang dengan Fitri, Topan (19) dan Endri (15). Beberapa saat kemudian datang tersangka Hermanto. Tersangka bergaya sok kenal, sok akrab, berkenalan dengan Hajar.

Korban usai bermain play station bersama temannya, yakni Fitri, hendak pulang. Dia kaget setelah kunci kontak sepada motornya di atas meja raib.

Sejumlah saksi warga sekitar melihat bahwa sepeda motor korban dibawa kabur oleh tersangka yang katanya, pinjam milik korban. Kejadian itu, kemudian dilaporkan ke polisi.

Polisi yang sudah mengantongi identitas tersangka langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya tersangka berhasil ditangkap bersama barang bukti sepeda motor Yamaha Jupiter Z, AD 6244 UK, milik korban.

Tersangka merupakan residivis yang sering keluar masuk penjara karena melakukan tindak pidana pencurian. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat). Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara.

(B018/M026)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga