Selasa, 23 Desember 2014

Pasukan mesir tangkap enam "teroris" di Sinai

| 3.561 Views
id mesir, terorisme, sinai
Kairo (ANTARA News) - Pasukan Mesir menangkap enam "teroris" selama operasi di Semenanjung Sinai setelah penyerbuan akhir pekan yang menewaskan 16 prajurit penjaga perbatasan, kata beberapa sumber militer dan keamanan, Jumat.

Orang-orang itu ditangkap selama operasi gabungan militer dan polisi untuk mencari penjahat di Sinai Utara, kata Kantor Berita Mesir MENA, tanpa menyebutkan kapan penangkapan itu dilakukan.

Satu sumber keamanan mengatakan, keenam orang itu dikenal sebagai militan yang dituduh menjadi anggota sebuah kelompok garis keras.

Militer Mesir memperkuat pasukan di Sinai untuk menumpas kelompok militan yang melancarkan serangan-serangan yang semakin mematikan.

Pada tengah malam, orang-orang bersenjata menyerang sebuah pos pemeriksaan di dekat El-Arish di Sinai, namun tidak ada korban dalam insiden itu.

Jumat, kota itu dan daerah sekitarnya tenang, menurut laporan wartawan AFP.

Di El-Arish, sejumlah kendaraan lapis baja telah mengambil posisi. Sebuah tank bersiaga di belakang rintangan kantung pasir yang dicat dengan warna nasional Mesir hitam, putih dan merah dengan tulisan slogan "kemenangan atau kematian".

Kamis, kabinet keamanan Israel yang beranggotakan 14 orang memberikan persetujuan kepada Kairo untuk menggunakan helikopter tempur di Semenanjung Sinai, pengenduran sementara ketentuan perjanjian perdamaian 1979 yang membatasi penempatan militer Mesir di wilayah itu.

Keputusan itu diambil sehari setelah militer Mesir menyatakan mengerahkan helikopter-helikopter serang dalam penyerbuan yang menewaskan 20 militan di wilayah tersebut.

Operasi itu dilakukan setelah sejumlah orang bersenjata melancarkan serangan yang menewaskan 16 prajurit Mesir di dekat perbatasan dengan Israel pada Minggu dan berusaha menyerbu Israel selatan.

Kelompok penyerang menyerbu pos penjaga perbatasan Mesir dengan lindungan tembakan mortir dan membawa sebuah kendaraan militer ke negara Yahudi itu sebelum dihentikan oleh serangan helikopter Israel.

Israel telah menyerahkan kepada Mesir enam mayat hangus yang berada di dalam kendaraan lapis baja pengangkut personel yang dikemudikan ke negara itu sebelum dihancurkan, kata seorang pejabat medis Israel.

Di Jalur Gaza, dimana Mesir menutup lintasan perbatasan Rafah-nya setelah serangan itu, Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan, orang-orang Palestina yang kembali dari Mesir akan diizinkan masuk mulai Jumat.

Sehari sebelumnya, militer Mesir mengumumkan, operasi menumpas gerilyawan di Sinai "berhasil sepenuhnya dan akan dilanjutkan".

Pengumuman itu disampaikan setelah televisi pemerintah melaporkan bahwa 20 militan tewas dalam serangan-serangan udara yang dilakukan militer.

Televisi pemerintah dan seorang pejabat militer di Sinai melaporkan, 20 militan tewas dalam serangan-serangan helikopter pada Rabu fajar, sebagai pembalasan atas serangan yang menewaskan 16 prajurit Mesir di dekat perbatasan dengan Israel pada Minggu.

Sementara itu, Israel memuji operasi militer Mesir di Sinai utara pada Rabu untuk memburu dan menumpas militan.

"Satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas Sinai adalah Mesir, dan Mesir akan melakukan segala sesuatu dengan kekuatannya untuk menangani teror. Keberhasilannya akan mencegah serangan yang lebih besar," kata Amos Gilad, seorang pejabat tinggi Kementerian Pertahanan Israel, kepada radio pemerintah.

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Ismail Haniya, hari Senin menuduh Israel mendalangi serangan terhadap pos perbatasan Mesir itu.

"Israel bertanggung jawab, dengan satu cara atau yang lain, atas serangan ini guna mempermalukan kepemimpinan Mesir dan menciptakan masalah baru di perbatasan untuk menghancurkan upaya-upaya mengakhiri pengepungan (Israel) atas Jalur Gaza," kata Haniya.

"Tidak ada orang Palestina yang ingin membunuh seseorang di Mesir. Setiap serangan terhadap keamanan Mesir juga merupakan serangan terhadap keamanan Palestina," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan darurat pemerintah Hamas.

"Kami meminta Mesir membahas semua masalah terkait dengan kepentingan timbal-balik antara Mesir dan Palestina," kata Haniya.

Mesir mengatakan, 35 orang bersenjata yang mengenakan pakaian suku Badui hari Minggu memberondongkan tembakan ke arah pasukan penjaga perbatasan sebelum menyeberang ke Israel dengan sebuah kendaraan lapis baja, demikian mengutip AFP.

(SYS/M014)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga