Rabu, 3 September 2014

Pasukan Nigeria serbu tempat pembuatan bom di Kano

Minggu, 12 Agustus 2012 05:45 WIB | 4.515 Views
Kano, Nigeria (ANTARA News) - Pasukan keamanan Nigeria menyerbu sebuah tempat pembuatan bom Sabtu di Kano, kota di wilayah utara yang dilanda kekerasan kelompok militan, kata seorang pejabat negara itu.

Direktur Badan Keamanan Negara (SSS) Cabang Kano, Bassey Eteng, mengatakan, dalam penyerbuan itu pasukan menemukan 12 bom rakitan dan bahan kimia pembuat bom, lebih dari 600 peluru, seragam militer serta delapan senapan serang AK-47.

"Sebagian besar dari barang-barang yang ditemukan itu akan digunakan untuk melancarkan serangan pada saat Sallah (liburan umat Islam), menurut laporan intelijen kami," kata Eteng.

"Tidak ada korban selama operasi itu. Penyelidikan untuk menemukan teroris masih dilakukan," tambahnya.

Boko Haram, yang disebut AS sebagai sebuah organisasi teroris asing, mendalangi penembakan dan pemboman hampir setiap hari di Nigeria timurlaut.

Selasa (7/8), tiga orang tewas dalam serangan oleh sejumlah orang bersenjata di sebuah masjid di Okene, Nigeria tengah, sehari setelah penembakan di sebuah gereja di kota yang sama menewaskan 19 orang.

Tidak jelas siapa yang mendalangi serangan-serangan itu, namun kelompok militan Boko Haram menyerang sejumlah gereja dan masjid sepanjang tahun ini.

Pada 30 Juli, serangan bom bunuh diri di dua kantor polisi menewaskan sedikitnya dua orang di Sokoto, kota bersejarah Islam di Nigeria.

Kelompok radikal Nigeria telah lama menegaskan kebencian mereka pada para ulama tradisional Nigeria, dengan alasan mereka mengkhianati agama mereka dengan mematuhi pemerintah sekular negara itu.

Boko Haram menyatakan ingin mendirikan sebuah negara Islam di wilayah utara Nigeria, dimana pada zaman sebelum penjajahan terdapat kesultanan Islam yang berpusat di Sokoto.

Dua pemimpin Nigeria, mantan Presiden Olusegun Obasanjo dan mantan penguasa militer Ibrahim Babangida, menyerukan perundingan untuk mengakhiri kekerasan mematikan Boko Haram, dalam sebuah pernyataan bersama yang langka antara kedua tokoh yang dulu pernah menjadi saingan itu.

Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang di Nigeria utara, merupakan wilayah yang terpukul paling parah dalam kekerasan itu.

Rangkaian pemboman dan penembakan melanda Kano setelah sholat Jumat (20/1), menewaskan 185 orang, dalam serangan-serangan yang diklaim oleh Boko Haram yang ditujukan pada markas polisi dan kantor-kantor polisi lain, sebuah bangunan kepolisian dan kantor imigrasi.

Penembakan juga terjadi di sejumlah daerah kota itu, yang sejauh ini luput dari kekerasan terburuk selama beberapa bulan ini yang dituduhkan pada kelompok muslim garis keras tersebut.

Satu sumber kepolisian Nigeria mengatakan kepada AFP, Kamis (26/1), sekitar 200 orang ditangkap setelah serangan itu.

Serangan-serangan itu merupakan operasi paling mematikan oleh kelompok tersebut dan ditujukan terutama pada kantor polisi.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.

Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.

Penduduk Nigeria yang berjumlah lebih dari 160 juta orang terpecah di wilayah utara yang sebagian besar Muslim dan wilayah selatan yang umumnya Kristen, demikian Reuters melaporkan.

(SYS/M014)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga