Sabtu, 1 November 2014

Raja Abdullah imbau umat Islam bersatu

| 7.584 Views
id persatuan islam, krisis suriah, raja arab saudi, abdullah bin abdul aziz
Raja Abdullah imbau umat Islam bersatu
Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud. (REUTERS/Hassan Ali)
Kita harus memahami segala penyebab terjadinya fitnah dan perpecahan di negara-negara Islam dan bersatu padu,"
Jakarta (ANTARA News) - Raja Abdullah dari Arab Saudi mengimbau seluruh umat Islam untuk bersatu menghadapi rintangan yang terus meningkat, karena perpecahan lebih buruk dari pada pembunuhan itu sendiri.

Karena itu, perlu diadakannya dialog antarberbagai mazhab Islam, kata Raja Abdullah ketika membuka secara resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa tentang solidaritas Islam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di istana Al-Safa Mekkah.

Konferensi itu sendiri dibuka Raja Abdullah bin Abdul Aziz pada 26 Ramadhan 1433 bertepatan dengan Selasa malam di Istana Al-Safa Mekkah Al-Mukaromah yang dihadiri oleh wakil 59 negara, 56 negara anggota OKI dan tiga negara pengamat serta tiga organisasi internasional.

Raja yang dijuluki sebagai Pelayan Dua Kota Suci tersebut mengusulkan didirikannya pusat dialog antarmazhab Islam di Riyadh untuk mempromosikan keharmonisan antarmazhab. Anggota pusat dialog ditentukan dari KTT Islam dengan usulan Sekretariat Jenderal OKI dan Dewan Menteri.

Raja Abdullah mengajak para peserta untuk memahami segala penyebab perpecahan : "Kita harus memahami segala penyebab terjadinya fitnah dan perpecahan di negara-negara Islam dan bersatu padu serta saling solidaritas agar sejarah kebangkitan dan kemuliaan umat Islam terulang kembali pada masa ini dimana tidak mengakui kecuali dengan menggunakan kekuatan".

Ia menambahkan, "Jika kita dapat menegakkan keadilan maka kezaliman pasti dapat dikalahkan, jika kita dapat menerapkan prinsip wasatiyah atau moderasi maka radikalisme pasti akan sirna, jika kita mengesampingkan perbedaan maka kesatuan ummat pasti terjaga".


Suriah

Sementara itu Presiden Sinegal sebagai Ketua OKI Macky Sall menyerukan kepada pemerintah Suriah untuk berhenti membunuh warganya dan menghentikan penderitaan yang selama ini terjadi.

Presiden Senegal mengatakan bahwa para pemimpin diminta untuk mengakhiri krisis yang terjadi di berbagai negara Islam. Untuk itu ia mengajak untuk mengembalikan kondisi, menjalin komunikasi dan sikap moderasi kepada ummat Islam. Selanjutnya ia mengusulkan dikirimnya utusan resmi ke berbagai wilayah konflik.

Macki Sall menegaskan posisi negaranya sebagai ketua OKI yang mendukung Palestina dan memberikan hak-hak rakyat Palestina mendirikan negara yang berdaulat dengan Al-Quds Timur sebagai ibukotanya.

Ia mengimbau organisasi-organisasi internasional, perbankan, dan IDB, negara-negara kaya dan sektor swasta untuk mendukung negara miskin sebagai bentuk solidaritas islam.

Sementara itu, Sekretaris Jederal OKI Professor Ekmeleddin Ihsanoglu dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini seluruh umat Islam di dunia sedang menaruh perhatian terhadap para pemimpinnya yang sedang berkumpul pada KTT luar biasa ini untuk bangkit menunjukkan tanggung jawab mereka mengatasi masalah krusial yang dihadapi umat dewasa ini.

Oglo mengatakan, "Sangat jelas bahwa dunia Islam saat ini tidak dapat melanjutkan pendekatan yang saat ini berlaku, umat islam harus mengubah posisinya, mestinya dunia Islam menjadi pionir yang aktif, memiliki pendirian, kemampuan dan kinerja yang baik terlebih lagi jumlah umat islam adalah seperempat penduduk dunia dan memiliki potensi SDM dan SDA yang memungkinkan mereka menjadi umat terbaik yang diutus untuk manusia".

Sekjen OKI mengatakan bahwa usul Raja Abdullah untuk mendirikan pusat dialog antarmazhab Islam merupakan hadiah Arab Saudi kepada dunia Islam. Selanjutnya sekjen OKI memaparkan keberhasilan OKI sejak tahun 2005 dalam memperkuat solidaritas Islam di berbagai bidang, yang terpenting adalah di ekonomi, mengentaskan kemiskinan dan program pembangunan afrika. Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah dana solidaritas Islam mencapai satu miliar dolar AS.
(T.E001/A011) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga