Jumat, 22 Agustus 2014

Menteri kesehatan Asia Tenggara sepakati Deklarasi Yogyakarta

Selasa, 4 September 2012 19:05 WIB | 4.169 Views
Menteri kesehatan Asia Tenggara sepakati Deklarasi Yogyakarta
World Health Organization (WHO) (ANTARA News)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kesehatan dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara menyepakati dan mengadopsi Deklarasi Yogyakarta bagi Penuaan dan Kesehatan, sebuah komitmen untuk meningkatkan upaya kesehatan bagi populasi lanjut usia.

Mereka menyepakati itu dalam Pertemuan Komite Regional WHO yang sedang berlangsung di Yogyakarta, Selasa.

Dalam rilis WHO yang diterima di Jakarta, Selasa, Deklarasi Yogyakarta itu hadir mengingat kawasan ini memiliki 142 juta penduduk lanjut usia (lansia) atau 8 persen dari jumlah total penduduk dan diperkirakan jumlahnya akan meningkat menjadi 2 kali lipat di tahun 2025 daripada tahun 2000 dan tiga kali lipat di tahun 2050.

"WHO menggunakan pendekatan tahapan kehidupan untuk mewujudkan masyarakat lansia yang aktif. Seseorang dapat mulai sejak dini, bergaya hidup sehat, menjaga kesehatan, dan tetap aktif saat usia mereka mencapai 8, 9 bahkan 10 dasawarsa," kata Direktur Jenderal WHO Dr. Margaret Chan yang menghadiri pertemuan itu.

Penuaan yang sehat perlu mendapatkan perhatian dari para pemangku kebijakan di sebuah negara karena merupakan tantangan kesehatan, mengingat lansia, terutama perempuan akan menghadapi penyakit kronis dan menurunnya kemampuan beraktivitas atau mengalami disabilitas.

Deklarasi Yogyakarta itu menekankan pesan bahwa dampak ekonomi dari penuaan menentukan arah upaya kesehatan dan sistem pendukung, serta memerlukan perhatian para penentu kebijakan, masyarakat, serta sektor swasata.

Diharapkan dengan penuaan yang sehat akan meningkatkan kesehatan fisik, sosial dan mental lansia untuk dapat berperan aktif dalam masyarakat dan menikmati kehidupan yang mandiri tanpa diskriminasi.

Konsep penuaan yang sehat perlu dipahami sepenuhnya sebelum pemerintah menyusun program-program nasional untuk mempromosikan isu penuaan yang sehat.

Dalam pertemuan tersebut, para Menteri Kesehatan berkomitmen untuk melaksanakan pendekatan tepat, komprehensif dan terintegrasi untuk menangani penuaan dan juga berkomitmen untuk menyusun dan memperkuat kebijakan nasional bagi penuaan yang sehat serta membentuk kerjasama multisektoral di tingkat nasional untuk mempromosikan penuaan yang sehat.

Kesepakatan lain yang didapat adalah komitmen untuk memastikan ketersediaan sumber daya untuk program-program kesehatan lansia, mencakup perawatan jangka panjang baik dalam keluarga maupun fasilitas di luar keluarga.

Selain itu, pemerintah juga sepakat untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan lansia termasuk menyediakan pelatihan perawatan lansia bagi tenaga kesehatan serta membentuk kader kesehatan dan pekerja sosial dengan memanfaatkan sumber daya dalam sistem kesehatan dan jaminan sosial yang ada sekarang ini.

Selain mengenai penuaan, para menteri kesehatan bertemu di Yogyakarta untuk membicarakan isu kesehatan yang dianggap penting bagi kawasan Asia tenggara serta untuk menentukan arah kebijakan mendatang seperti pelaksanaan Peraturan Kesehatan Internasional atau International Health Regulations (IHR 2005).

"Peningkatan kapasitas untuk mendukung pelaksanaan IHR menghadapi berbagai tantangan, termasuk legislasi. Bagi beberapa negara keamanan kimia dan radiologi menjadi prioritas," kata Direktur WHO untuk kawasan Asia Tenggara Samlee Plianbangchang yang menambahkan bahwa seluruh negara di kawasan Asia Tenggara tampaknya akan mengajukan perpanjangan persiapan kapasitas bagi penerapan IHR.

Komite regional juga akan mendiskusikan beberapa isu penting dalam pertemuan pada tanggal 4-7 September itu seperti penyakit tidak menular, termasuk kesehatan mental dan gangguan neurologis; peran WHO dalam keadaan gawat-darurat; pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan; kesiapsiagaan terhadap pandemi influenza serta tantangan eradikasi polio.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca