Sabtu, 25 Oktober 2014

Pemerintah Belanda tawarkan ratusan beasiswa untuk Indonesia

| 9.267 Views
id belanda, beasiswa stuned, neso
Mereka juga harus memilik kemampuan bahasa Inggris yang baik, dibuktikan dengan nilai IELTS (International English Language Testing System) sedikitnya 6 atau Internet-based TOEFL 80."
Delft, Belanda (ANTARA News) - Pemerintah Belanda menawarkan ratusan beasiswa kepada pelajar Indonesia untuk jenjang pendidikan strata satu dan magister melalui berbagai program baik perkuliahan reguler, kursus singkat (short course) maupun pelatihan khusus (tailor-made training).

"Bagi para profesional Indonesia tersedia beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) dan beasiswa NFP (Netherlands Fellowship Programme). Kedua beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup selama masa studi di Belanda", kata Direktur Nuffic Neso Indonesia Mervin Bakker dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Delft, Belanda, Senin 29/10.

StuNed merupakan program beasiswa bilateral pemerintah Indonesia dengan pemerintah Kerajaan Belanda. Sejak diluncurkan pada 2000, StuNed membiayai 200-250 mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Belanda. Program beasiswa StuNed diberikan untuk jenjang master (S2), kursus singkat (short course) maupun pelatihan khusus (tailor-made training).

Pendaftaran beasiswa StuNed untuk tahun akademik 2013 akan dibuka pada Januari 2013.

Menurut Mervin beasiswa StuNed memang sangat kompetitif karena kualifikasinya yang tinggi, antara lain calon penerima beasiswa harus sedang bekerja dan memiliki pengalaman bekerja sedikitnya dua tahun di instansi terakhir.

"Mereka juga harus memilik kemampuan bahasa Inggris yang baik, dibuktikan dengan nilai IELTS (International English Language Testing System) sedikitnya 6 atau Internet-based TOEFL 80," jelas Mervin.

Pemerintah Belanda juga memiliki beasiswa yang ditujukan khusus bagi warga negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia, yaitu Netherlands Fellowship Programme (NFP).

"Sedikit berbeda dari StuNed, beasiswa NFP mensyaratkan pengalaman bekerja akumulatif minimal tiga tahun, artinya bisa di berbagai instansi berbeda", kata Mervin.

Selain StuNed dan NFP, Nuffic Neso juga mengelola Orange Tulip Scholarship (OTS) yakni beasiswa dari universitas Belanda bekerja sama dengan organisasi atau korporasi yang ditujukan bagi mahasiswa internasional, baik dalam bentuk beasiswa penuh (full tuition fee) maupun sebagian (partial tuition fee).

Beasiswa OTS meliputi berbagai program studi untuk jenjang studi strata satu dan magister di beberapa universitas di Belanda yang berpartisipasi. Sebelum 1 Mei 2013, para pendaftar harus sudah memiliki surat penerimaan (Letter of Acceptance) untuk program studi dari universitas yang berpartisipasi.

Sementara itu Konselor Siswa di pusat informasi pendidikan tinggi Belanda, Nuffic Neso Indonesia Inty Dienasari mengatakan langkah pertama untuk studi di Belanda adalah mendapatkan informasi mengenai program yang ditawarkan oleh universitas di Belanda.

"Saat ini ada lebih dari 1500 program studi international yang ditawarkan. Dengan mengikuti program studi international calon mahasiswa tidak perlu menguasai bahasa Belanda terlebih dahulu untuk sekolah di Belanda", jelas Inty.

Untuk mengenalkan pendidikan tinggi di Belanda dan program studi yang ditawarkan, Nuffic Neso Indonesia bersama 18 universitas Belanda menggelar pameran pendidikan Belanda di Yogyakarta (29 Oktober), Semarang (31 Oktober) dan Jakarta (1 November).

Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit resmi dan didanai pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi. Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 1.500 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris.

Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan. (LWA)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga