Rabu, 17 September 2014

ASEAN: Myanmar tolak perundingan damai

Selasa, 30 Oktober 2012 18:20 WIB | 2.711 Views
ASEAN: Myanmar tolak perundingan damai
Sekertaris Jendral ASEAN, Surin Pitsuwan. (FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Myanmar menolak tawaran Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membuka perundingan yang bertujuan memadamkan kekerasan komunal di sana, kata Kepala Blok Regional, Selasa.

Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan bahwa dia mengusulkan perundingan tripartit antara asosiasi, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Pemerintah Myanmar untuk mencegah terjadinya kekerasan yang berdampak luas secara regional.

Namun dia mengatakan bahwa Myanmar menolak tawaran untuk membahas pertumpahan darah di Rakhine yang membuat 180 orang tewas sejak Juni di negara bagian barat tersebut.

"Myanmar percaya bahwa kejadian itu adalah masalah internal mereka, namun persoalan internal anda bisa menjadi persoalan kami selanjutnya jika anda tidak peduli," katanya kepada wartawan setelah menyampaikan pidato pada sebuah forum di Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur.

Pertempuran, yang baru saja terjadi pada bulan ini di Rakhine, menewaskan 88 orang dan menambah ribuan rumah terbakar, dengan puluhan ribu kaum Muslim minoritas Rohingya tinggal di kamp-kamp penuh sesak. Kelompok Hak Asasi Manusia khawatir jumlah korban tewas bisa jauh lebih tinggi.

Pemerintah sipil Myanmar, yang mendapat pujian dari Negara Barat untuk serangkaian reformasi demokrasi setelah puluhan tahun aturan militer berlangsung, memberlakukan keadaan darurat dalam menghadapi kelanjutan dari ketegangan di wilayah tersebut.

Pertumpahan darah meregangkan hubungan Budha dan Muslim.

Sejumlah 800 ribu warga Rohingya, Myanmar, sebagai kaum muslim minoritas, yang dipandang sebagai imigran ilegal oleh negara tetangga Bangladesh, oleh pemerintah dan warga Burma.

Rohingya sejak lama dianggap sebagai kaum minoritas paling teraniaya di planet ini oleh PBB, demikian AFP.
(S038/H-AK)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga