Senin, 1 September 2014

Jasindo bayar klaim asuransi Satelit Telkom-3 rp1,7 triliun

Rabu, 28 November 2012 10:55 WIB | 3.167 Views
Jasindo bayar klaim asuransi Satelit Telkom-3 rp1,7 triliun
Menteri BUMN Dahlan Iskan (ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - PT Asuransi Jasa Indonesia Persero telah menyelesaikan pembayaran klaim asuransi Satelit Telkom-3 milik PT Telkom Indonesia Tbk senilai 185,319 juta dolar AS, setara dengan Rp1,7 triliun pada 20 November 2012.

Direktur Utama Jasindo Budi Tjahjono mengungkapkan, untuk menuntaskan pembayaran klaim tersebut, Jasindo dibantu oleh 37 "underwriter" dan lima perusahaan yang ada di Indonesia. Harga pertanggungan sebesar 185,319 juta dolar AS terdiri dari harga satelit, biaya peluncuran satelit, serta biaya asuransi.

"Kami turut prihatin atas kegagalan satelit Telkom-3 yang tidak mencapai orbit. Kemungkinan terjadinya klaim sudah diantisipasi oleh Telkom kepada Jasindo sehingga kami bisa meng-`cover`-nya," kata Budi Tjahjono pada acara Seremonial Pembayaran Klaim Satelit Telkom-3 di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Menurut Budi, Jasindo juga dibantu oleh 37 "underwriter" dan lima perusahaan yang ada di Indonesia untuk menyelesaikan pembayaran klaim tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Telkom Arif Yahya memberikan apresiasi kepada Jasindo karena membayar klaim asuransi Satelit Telkom-3 lebih awal.

"Biasanya, perusahaan asuransi untuk menyelesaikan klaim satelit butuh delapan bulan, ternyata Jasindo bisa dua bulan," kata Arif.

Arif menambahkan, pembayaran klaim asuransi satelit tersebut dilakukan sebanyak tiga kali, yakni 1 November, 8 November, serta 20 November 2012 dengan total mencapai 185,319 juta dolar AS. Artinya, dengan pelunasan pembayaran itu, kini Telkom memiliki banyak uang dalam denominasi dolar.

"Kami sekarang lagi banyak dolarnya. Pembayaran ini dilakukan Jasindo kepada Direktur Keuangan Telkom Honesti Basyir," paparnya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan, Jasindo dapat membayar klaim asuransi Satelit Telkom-3 dengan tepat waktu dan komitmen.

"Inilah bentuk sinergi BUMN yang dasarnya profesional bukan sinergi asal saling menolong. Ini dasar profesional dan komitmen betul-betul dipegang," tutur Dahlan.

Untuk diketahui, pada 7 Agustus 2012 telah dilaksanakan peluncuran perdana satelit komunikasi T3 milik Telkom di Kazakhstan, namun mengalami kegagalan mencapai orbit yang ditetapkan dan tidak memungkinkan untuk diselamatkan. (SSB)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga