Sejumlah imigran gelap asal negara Timur Tengah yang selamat dari kapal karam di laut Tasikmalaya turun dari bus di markas Polres Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (4/2). Sebanyak 96 orang imigran berhasil diamankan polisi dan ditampung di aula markas Polres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan yang selanjutnya akan diserahkan kepada pihak imigrasi yang bertanggungjawab dalam menangani masalah imigran. (ANTARA/Feri Purnama)

Tujuh orang yang mengawal mereka(imigran gelap, kondektur dan supir bus termasuk dua orang ABK kita amankan untuk diperiksa,"
Berita Terkait
Video Terkait
Tasikmalaya (ANTARA News) - Sebanyak 11 orang warga negara Indonesia diperiksa polisi terkait rombongan  imigran gelap yang gagal menuju perairan laut Australia lewat Tasikmalaya.

"Tujuh orang yang mengawal mereka imigran gelap,  kondektur dan supir bus termasuk dua orang ABK kita amankan untuk diperiksa," kata Kapolres Tasikmalaya, AKBP Irman Sugema, Sabtu.

Semua WNI yang terlibat dalam proses pemberangkatan imigran tersebut, kata Irman, mengaku hanya disuruh oleh pihak lain untuk mengawal dan mengantarkan imigran hingga menyeberangi lautan menuju perairan Australia.

Selain mengamankan orang yang terlibat proses perjalanan imigran gelap, Polres Tasikmalaya juga menyita satu bus, serta  minibus Innova dan Avanza.

Bus umum jurusan Lebak Bulus-Sidereja  tersebut membawa 49 imigran yang hendak menumpang kapal di laut Cipatujah,.

Kapolres juga mengatakan polisi  menyita kapal jenis 30 GT membawa 47 imigran yang karam karena bocor dan mesin rusak ditengah lautan.

"Untuk kapal yang membawa imigran, sementara masih berada di lautan, karena kapalnya cukup besar jadi tidak bisa dibawa ke daratan," katanya.
(ANT)


Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar