Sampang (ANTARA News) - Ribuan rumah warga di wilayah Kecamatan Kota, Sampang, Madura, Jawa Timur, kembali terendam banjir pada Senin akibat meluapnya Sungai Kalikemuning.

Banjir sejak pagi dan hingga sore belum ada tanda-tanda akan surut, bahkan kian meluas hingga ke dalam kota.

"Saat ini banjir sudah memasuki monumen kota dengan ketinggian antara 30 hingga 40 cm," kata warga Kota Sampang, Ahmad Sally, Senin malam.

Selain menggenangi ribuan rumah, banjir yang terjadi di Kota Bahari itu juga menggenangi sejumlah gedung pendidikan, seperti SMP Abu Rasad di Desa Pasean, SMP VI di Jalan Imam Bonjol, SDN I Dalpenang di Jalan Imam Bonjol, dan SMK Negeri I di Jalan Syuhada.

Masyarakat di wilayah ini mengaku, khawatir kondisi genangan banjir akan kian tinggi, karena cuaca di hulu sungai masih mendung, bahkan masih turun hujan.

Banjir yang melanda wilayah Kota Sampang, Senin (20/2) itu merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir ini. Sebelumnya pada tanggal 8 Februari banjir juga menggenangi ribuan rumah warga di wilayah itu dengan penyebab yang sama.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Imam Sanusi menyatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi banjir dan belum menyalurkan bantuan apapun.

"Jika nanti kami perkirakan kondisinya kian parak, maka kami akan membuat dapur umum," kata Imam Sanusi.

Rumah warga yang paling parah tergenang banjir berada di Desa Panggung. Disana genangan air di jalan raya antara 1 meter hingga 1 setengah meter.

Sementara akibat banjir ini, jalur lalu lintas yang menghubungkan kecamatan Omben dengan Kota Sampang sejak Senin pagi lumpuh total.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar