Rabu, 22 Oktober 2014

BKPMD Babel cetak 5.000 buletin potensi investasi

| 1.566 Views
id investasi, buletin
Kami optimistis, langkah ini mampu meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya untuk mengembangkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), sehingga akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pangkalpinang (ANTARA News) - Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung, pada April 2012 akan mencetak 5.000 eksemplar buletin potensi investasi sebagai sarana promosi untuk mendorong investor menanamkan modalnya di daerah itu.

"Pada tahap pertama, kami akan mencetak 5.000 eksemplar buletin yang berisikan sambutan Gubernur Provinsi Babel, Eko Maulana Ali, potensi investasi, perundang-undangan dan giat-giat investor berinvestasi di Babel dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas produk," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung (Babel), Zakaria di Pangkalpinang, Rabu.

Ia menjelaskan, ketebalan buletin ini direncanakan sebanyak 100 halaman per eksemplar dan isi buletin akan didominasi potensi-potensi daerah, seperti perikanan tangkap, budidaya ikan, perkebunan, pertanian, pariwisata, pertambangan dan lainnya.

"Buletin ini akan dibagikan ke masing-masing investor yang telah berinvestasi dan calon investor nasional dan internasional, sehingga mereka mudah mendapatkan informasi yang jelas, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan menyebarkan kopian tulisan investasi tersebut melalui surat elektronik (surel) ke masing-masing investor, sehingga diharapkan mereka yang mendapatkan kiriman surel ini juga menginformasikan kepada pengusaha lainnya.

"Kami optimistis, langkah ini mampu meningkatkan minat investor untuk menanamkan modalnya untuk mengembangkan potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), sehingga akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, potensi SDA Babel cukup berlimpah untuk dikelola, karena selama ini pengelolaan SDA tersebut masih kurang optimal karena keterbatasan SDM dan teknologi yang canggih tepat guna dalam peningkatan kualitas dan produktivitas.

Misalnya, potensi sektor kelautan dan perikanan, sektor perikanan di Babel yang didominasi perikanan laut karena lokasi daerah secara geografis dikelilingi lautan dan selat. Selain sumber daya laut, daerah ini juga memiliki potensi untuk budidaya air tawar dan payau.

Potensi sumberdaya perikanan tangkap dengan luas areal 65.301 km2 sebesar 499.500 ton/tahun dengan nilai ekonomis Rp2.497.500.000.000. Jenis ikan dominan antara lain: Tenggiri, Tongkol, Kembung, Layang, Selar, Tembang, Kakap, Kerapu, Bawal Hitam, Bawal Putih, Kerisi, Ekor Kuning, Udang Windu, dan Udang Putih.

Di samping itu, Bangka Belitung dengan panjang pantai 1.200 km dan 251 buah pulau-pulau kecil merupakan wilayah yang cocok untuk usaha budidaya laut seperti ikan kerapu, teripang, rumput laut dan kerang-kerangan.

Luas areal untuk budidaya laut adalah seluas 120.000 Ha dengan potensi produksi 1.200.000 ton. Pada tahun 2006 produksi budidaya laut hanya sebesar 1.778 ton (0,07 persen dari potensi produksi).

Selain itu, potensi lahan budidaya air payau (tambak) dan air tawar (kolong), dengan panjang pantai 1.200 kilo meter potensi lahan untuk budidaya tambak mencapai 250.000 hektar dengan potensi produksi 100.000 ton.

Sementara, peluang investasi pada sektor perikanan dan kelautan ini yaitu, industri pakan ikan laut, kapasitas 50 ton per hari, dengan rincian 25 unit pakan ikan payau, kapasitas 50 ton per hari, 10 unit pakan ikan tawar berkapasitas 50 ton per hari, benih ikan laut, benih ikan payau, dan benih ikan tawar.

Peluang investasi pabrik pengolahan `Cold Storage` berkapasitas 200 - 500 ton, 30 unit pabrik es berkapasitas 10 hingga 20 ton per hari, 10 unit industri tepung ikan berkapasitas 5 hingga 10 ton per hari dan 10 unit industri galangan berkapasitas 60 unit per tahun.

"Potensi sektor perikanan ini sangat menjanjikan karena selama ini, penangkapan dan budidaya ikan masih dilakukan skala kecil dengan menggunakan cara-cara tradisional," ujarnya.

(KR-ARS/R010)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga