Kamis, 18 Desember 2014

Irak anggap Turki sebagai musuh

| 1.210 Views
id irak, turki, ketegangan, musuh
Baghdad (ANTARA News) - Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki Jumat mengecap Turki satu "negara musuh" dengan satu agenda sektarian, hal ini merupakan perkembangan terbaru dalam serangkaian pertikaian antara dua negara itu.

Maliki menanggapi pernyataan Perdana menteri Turki Tayyip Erdogan, Kamis, di mana Erdogan menuduh pemimpin Irak itu meningkatkan ketegangan antara kelompok-kelompok Syiah, Sunni, dan Kurdi dengan cara-cara pemusatan kekuasaan pada dirinya.

"Pernyataan-pernyataan Tuan Erdogan merupakan campur tangan dalam masalah-masalah dalam negeri Irak," kata Maliki dalam satu pernyataan di laman internet.

"Pernyataan-pernyataannya itu memiliki dimensi sektarian. Dengan terus menekan kepada kebijakaan dalam negeri dan regional ini akan merusak kepentingan-kepentingan Turki dan membuatnya merupakan satu negara musuh."

Maliki menuduh Turki berusaha memberlakukan "kekuasaan tertinggi" di kawasan itu.

Ketegangan sektarian meletus di Irak Desember ketika pemerintah yang dipimpin kelompok Syiah berusaha menyingkirkan Wakil PM Saleh al-Mutlaq dari Sunni dan mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi Wakil Presiden Tareq al-Hashemi dari Sunni atas tuduhan membentuk regu-regu pembunuh.

Erdogan membuat pernyataannya Kamis setelah satu pertemuan di Istambul dengan Masood Barzani, presiden wilayah semi-otonomi Kurdi, yang memiliki hubungan dekat dengan Ankara.

"Kekuasaan yang terpusat (Maliki) sangat menggelisahkan kelompok-kelompok Syiah, Barzani dan kelompok-kelompok Irak," kata Erdogan.

Erdogan sebelumnya memperingatkan bahwa Turki yang berpenduduk mayoritas Sunni tetapi secara resmi sekuler tidak akan tinggal diam jika konflik sektarian meletus di Irak.

Kota Kirkuk adalah satu pusat sengketa antara pemerintah pusat dan daerah Kurdi, yang mengklaim kota itu dan cadangan minyak daerah tersebut.

Pertikaian antara Baghdad dan Kurdi belum lama ini memburuk ketika Pemerintah Daerah Kurdistan mengatakan pihaknya menghentikan ekspor minyak karena pemerintah pusat tidak membayar perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di daerah utara itu.

Turki khawatir bahwa aksi kekerasan di Suriah dan ketegangan yang kian meningkat di Irak dapat menimbulkan satu konflik yang lebih luas antara kelompok Syiah dan Sunni di kawasan itu.

Irak adalah mitra dagang terbesar kedua Turki setelah Jerman, dengan perdagangan mencapai 12 miliar dolar AS tahun lalu, lebih dari separuh dari itu adalah dengan daerah Kurdistan.

(H-RN) 

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga