Kabul (ANTARA News) - Serangan udara NATO menewaskan satu keluarga, delapan orang termasuk enam anak, di rumah mereka di provinsi Paktia Afghanistan timur, kata para pejabat Afghanistan, Minggu.

"Delapan orang, seorang pria, istrinya dan enam anak mereka tewas.Itu akibat serangan udara yang dilakukan NATO. Orang ini tidak punya hubungan dengan Taliban atau kelompok teroris lainnya," kata juru bicara pemerintah lokal Rohullah Samoon kepada AFP.

Seorang pejabat senior keamanan di Kabul mengonfirmasikan insiden itu.

"Benar. Satu rumah dibom pesawat NATO. Seorang pria bernama Mohammad Safee, istrinya dan enam anak mereka yang tidak berdosa tewas secara mengenaskan," kata pejabat itu.

Seorang juru bicara Pasukan Bantuan keamanan Internasional (ISAF) yang berada dibawah komando NATO Letkol Jimmie Cummings, mengatakan ISAF sedang menyelidiki pernyataan itu.

Korban-korban sipil adalah satu masalah yang sangat peka di Afghanistan, yang sering menganggu hubungan antara Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan Amerika Serikat yang memimpin NATO dalam perang menghadapi gerilyawan Taliban.

Jumlah warga sipil yang tewas dalam perang di Afghanistan meningkat setiap tahun dalam lima tahun belakangan ini, mencapai 3.021 tahun 2011, mayoritas disebabkan serangan gerilyawan, kata statistik PBB.

(H-RN)