Minggu, 26 Oktober 2014

Transit Venus punya beberapa pola

| 5.889 Views
id transit venus, atambua, boscha itb
Transit Venus punya beberapa pola
Gambar handout NASA menunjukkan Planet Venus saat awal transit di dekat matahari, Selasa (5/6). Salah satu fenomena astronomi terlangka terjadi Selasa kemarin dan Rabu ini, saat Venus melintas di antara matahari dan bumi, dan kejadian ini tidak akan terjadi lagi hingga 2117 lalu 2125. (REUTERS/NASA/AIA/Solar Dynamics Observatory/Handout)
... Transit Venus sebetulnya terjadi dalam beberapa pola hitungan frekuensi waktu...
Kupang, NTT (ANTARA News) - Dua hari terakhir terjadi peristiwa astronomis penting: transit pelaluan Planet Venus, sang Dewi Senja, di antara Bumi dan Matahari yang akan terjadi dalam siklus 243 tahun. Transit Venus sebetulnya terjadi dalam beberapa pola hitungan frekuensi waktu.  
Secara sederhana, transit Venus sangat mirip dengan gerhana Bulan atau gerhana Matahari. 
Gerhana Matahari terjadi saat Matahari-Bulan-Bumi dalam satu garis lurus. 

Sementara pada Transit Venus, Planet itu berada di antara Matahari dan Bumi. Siluet kecil bulat Planet Venus akan "menodai" piringan Matahari dalam lintasan yang bisa diperkirakan sebelumnya.

Direktur Observatorium Boscha Intitut Teknologi Bandung (ITB), Dr Mahasena Putra, mengatakan, transit Venus kali ini berpola spesifik. Dua transit dalam rentang delapan tahun, lalu transit berikutnya terjadi 121, lima tahun kemudian.

Ada selang delapan tahun untuk transit berikutnya dan kemudian ada rentang waktu 105, lima tahun ke transit berikutnya. "Setelah itu polanya kembali berulang," katanya, di Kupang, NTT, Rabu.

Dia berada di Kupang untuk mengamati transit Venus itu. Di Indonesia, Kota Atambua di Kabupaten Belu, NTT, menjadi salah satu tempat yang paling ideal untuk mengamati transit Venus itu.

"Jadi fenomena itulah yang disaksikan umat manusia di muka bumi ini, termasuk di NTT dipusatkan di Atambua, daerah Perbatasan Indonesia-negara Timor Timur, sebagai peristiwa langka," katanya.

Tapi, pola 105, lima, delapan, 121, lima dan delapan tahun bukanlah satu-satunya pola yang mungkin terjadi dalam siklus 243 tahun tersebut. Pada 1518, pola transitnya justru delapan, 113, lima, 121 dan lima tahun. 

Pola sekarang akan terus berlanjut sampai dengan 2846. Kemudian akan ada pola baru yakni 105, lima, 129, lima dan delapan tahun. 

"Transit saat ini merupakan transit terakhir dari pasangan 2004/2012 dan transit berikutnya baru akan terjadi 2117/2125. Sedangkan sebelum 2004, transit terjadi pada 1874/1882," kata dia.

Sejatinya, diameter Bumi dan Venus tidak banyak bertaut. Namun mengingat jarak orbitnya jauh dari Bumi maka orang akan melihat Venus seperti titik yang melintasi piringan Matahari.

Venus bergerak mengitari Matahari setiap 224 hari dengan kemiringan orbit 34 derajat terhadap Bumi. "Artinya, ketika Venus melintas di antara Bumi dan Matahari, ia tidak selalu sejajar dengan Bumi; tidak setiap saat ia melintas kita bisa melihat transit," katanya.

Ia menyebut siklus transit venus terjadi 243 tahun sekali ini dikarenakan bumi dan venus baru akan kembali bertemu di titik yang hampir pada orbitnya masing-masing dalam rentang waktu 243 tahun Bumi.

Observatorium Boscha ITB, menggelar Nonton Transit Venus di empat titik di empat provinsi, yaitu Bandung di Jawa Barat, Ambon di Maluku, Manado di Sulawesi Utara, dan Atambua, di NTT.

Di Kota Atambua, sekitar 2.500 warga berbondong-bondong menyaksikan Transit Venus di kompleks SD Katolik Stasi Theresia II, melalui fasilitas peneropongan dan pengamatan langsung maupun melalui layar lebar yang disediakan Boscha dan BMKG Kupang. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga