Sabtu, 30 Agustus 2014

69 persen bayi Indonesia tidak mendapat ASI eksklusif

Jumat, 8 Juni 2012 19:08 WIB | 3.313 Views
69 persen bayi Indonesia tidak mendapat ASI eksklusif
Ilustrasi. Data dari Kementerian Kesehatan pada 2010, jumlah bayi di Indonesia sekitar 4,4 juta. (FOTO ANTARA/Dewi Fajriani)
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan, Slamet Riyadi Yuwono, mengungkapkan sekitar 69 persen bayi Indonesia tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Ia mengatakan, kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat ASI adalah makanan yang paling sempurna untuk bayi usia nol hingga enam bulan.

"ASI memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang tidak akan bisa didapatkan dari mana pun, dan kandungan yang terdapat dalam ASI sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak," ujarnya, Jumat.

Sangat disayangkan jika ibu mengganti ASI dengan susu formula untuk bayi, padahal sang ibu bisa menyusui, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Slamet juga menyinggung tentang makanan pendamping ASI (MPASI). 

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hanya 41 persen anak usia 6 hingga 23 bulan yang mendapatkan MPASI dengan baik dan tepat sesuai rekomendasi WHO.

(M048)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga