Surabaya (ANTARA News) - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Pembunuhan dan Kekerasan di Tanah Papua menggelar demonstrasi di depan gedung Grahadi, Kota Surabaya, Kamis (21/6), menuntut investigasi kasus kekerasan di wilayah Papua.

Mahasiswa yang kebanyakan berasal dari Papua itu mendatangi gedung Negara Grahadi dengan membawa poster yang antara lain bertuliskan "negara harus bertangung jawab atas semua bentuk kekerasan di Papua", "hentikan semua bentuk stigmatisasi dan pengkambinghitaman orang Papua" dan lainnya.

Juru Bicara Aksi, Ones Madai, mengatakan, dalam dua bulan terakhir kekerasan di Papua meningkat, kasus penembakan terhadap warga sipil terjadi di beberapa daerah.

"Lebih buruk lagi, ketika tokoh muda rakyat Papua Barat, Mako Musa Tabuni dibunuh sebagai upaya mematikan suara rakyat untuk menyuarakan hak hidup mereka dan untuk menyuarakan kebenaran," katanya.

"Negara harus bertanggung jawab atas semua bentuk kekerasan yang terjadi di tanah Papua," ujarnya.

Ia meminta pemerintah segera menghentikan semua bentuk kekerasan dan membuka ruang bagi masuknya media dan pembela hak asasi manusia ke Papua.

(A052)