Minggu, 26 Oktober 2014

Ketegangan sambangi duel Inggris lawan Italia

| 4.666 Views
id italia lawan inggris, perempat final piala eropa 2012, roy hodgson, timnas italia, timnas inggris
Ketegangan sambangi duel Inggris lawan Italia
Pemain Timnas Italia. Sejak gaya sepakbola Inggris merambah ke Italia, gaya bermain Italia menjadi lebih dinamis (REUTERS/Tony Gentile)
Kedua tim ini sama-sama unggul di lini bertahan dan mengandalkan serangan balik
Krakow (ANTARA News) - Inggris dan Italia akan bertemu di Kiev pada Senin dini hari. Pertarungan dua kubu ini bisa jadi perempat final yang paling menegangkan dari sejumlah laga lainnya di Piala Eropa 2012.

Lama tak berjumpa lebih dari satu dekade, Inggris hanya pernah bertemu Italia dua kali di turnamen besar.

Kali pertama, Italia memenangi European Championship 1980 di babak grup dengan skor 1-0. Sepuluh tahun kemudian, mereka bertarung di Piala Dunia dengan Azzurri unggul 2-1, seperti dilansir Reuters.

Kedua tim ini sama-sama unggul di lini bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Keduanya juga memakai formasi fleksibel 4-4-2 dan diarsiteki manajer pragmatis, Roy Hodgson dan Cesare Prandelli.

Laga ini akan jadi kesempatan The Three Lions untuk membuktikan permainan mereka telah membaik sejak kekalahan 2-1 dari Azzurri di Leeds, Maret 2002.

Para pelatih Italia banyak terpengaruh gaya bermain Inggris.

Contohnya Gianluca Vialli, Carlo Ancelotti, Roberto Di Matteo di Chelsea, dan Roberto Mancini di Manchester City.

Mereka telah sukses setelah malang melintangf dengan gaya khasnya sendiri di tim masing-masing. Di Matteo memenangkan Liga Champions, sementara Mancini menggondol gelar Liga Primer pada 2012.

Semenjak gaya sepakbola Inggris merambah ke Italia, gaya bermain Italia menjadi lebih dinamis dan menyerang ketimbang kebiasaan bermain lamban dan defensif.

Duel ini akan diwujudkan dengan bantuan penjaga gawang yang fantastis. Seorang pemain yang relatih masih bau kencur dari Inggris, Joe Hart (25) dan veteran berpengalaman dari Italia, Gianluigi Buffon (34) yang akan tampil ke-118 kali di level internasional.

Kedua tim punya pemain yang siap "meledak" dari Manchester. Ada Rooney dari United dan Mario Balotelli dari City. Keduanya telah menyumbang gol penting untuk negaranya.

Kembalinya Rooney ke skuad Inggris telah mempertajam lini depan Inggris tanpa mengganggu sistem yang telah dibuat Roy Hodgson, si "cerdas, pintar, berpengalaman, dan cerdik," seperti kata Mancini di La Gazzetta dello Sport.

Prandelli juga masih berahasia soal formasi yang akan diturunkan. Apakah sistem 4-3-1-2 seperti saat melawan Irlandia, ataukah menggunakan tiga pemain di lini belakang seperti di pertandingan babak grup sebelumnya.

Dia juga harus memutuskan apakah akan menurunkan Antonio Di Natale sebagai striker utama, ataukah mengutus Balotelli untuk menghadapi rekan se-klubnya, Joleon Lescott dan Hart.

Sementara itu, gelandang Thiago Motta hanya punya peluang kecil untuk turun ke lapangan mengingat dia mengalami cedera hamstring.

Pemain lini belakang Ignazio dan Federio Balzareti sepertinya tetap berada di posisi bersama pemain bertahan tengah Leonardo Bonucci yang menggantikan Giorgio Chiellini.

Inggris diprediksi tidak akan mengubah formasi.

"Menurut kami, Italia adalah tim yang bagus," kata Bonucci. "Tapi kami tahu untuk menang kami juga butuh keberuntungan. Kami harus berhati-hati melawan Inggris yang bermain mirip seperti kami, berfokus pada pertahanan,".

Di pertemuan sebelumnya di final European Championship 1980, Italia menang 1-0 di Turin. Saat itu mereka bermain sangat hati-hati, dramatis, dan mengandalkan adu fisik. Sepertinya itu akan kembali terulang.

Scott Parker yang diandalkan Inggris di lini tengah mengatakan, "Kami telah melalukan banyak riset, mempelajari bagaimana mereka bermain dan mengira-ngira apa yang akan mereka tampilkan. Italia adalah tim yang bagus dan kami tahu kami harus tepat sasaran untuk membuahkan hasil,". (nan)

 

Penerjemah: Nanien Yuniar

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga