Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi IV DPR RI Ma'mur Hasanuddin meminta Kementerian Pertanian segera memperbaiki infrastruktur pertanian guna mendukung peningkatan investasi holtikultura di dalam negeri.

Ma'mur Hasanuddin mengatakan, investasi hortikultura sangat potensial untuk ditingkatkan mengingat pasar Indonesia masih terbuka lebar.

"Perbaikan infrastruktur harus dilakukan secara integratif dan terencana untuk peningkatan investasi," kata dia dalam siaran pers kepada ANTARA News di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, selama ini, pertumbuhan investasi hortikultura lokal terhambat dikarenakan lemahnya infrastruktur penunjang dari hulu (on farm) sampai hilir (off farm).

“Usaha hortikultura di Indonesia pada umumnya pertanian rakyat, dengan skala usaha kecil, tersebar, pengelolaan secara perorangan dan kurang didukung oleh infrastruktur yang memadai,” kata dia.

Ia juga menambahkan selama ini pelaku usaha banyak mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses yang memadai dalam hal sarana, prasarana, teknologi, pembiayaan maupun informasi.

"Lemahnya aksesibilitas tersebut menyebabkan rendahnya produktivitas, mutu dan efisiensi yang menyebabkan daya saing hortikulura Indonesia rendah,” kata dia.

Infrastruktur ini, kata dia, sangat penting dalam peningkatan pemasaran hasil-hasil hortikultura dan industri lokal dalam tingkat regional, nasional bahkan internasional. Selain itu, perlu dikembangkan pula integrasi transportasi dengan daerah lain sehingga dapat memudahkan distribusi hasil produksi.

“Iklim investasi sangat diperlukan dalam peningkatan kegiatan usaha hortikultura nasional. Penyediaan iklim investasi yang kondusif dibutuhkan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para investor untuk menanamkan modalnya di bidang produksi berskala industri,” kata dia

Beberapa negara sedang menjajaki investasi di bidang hortikultura di Indonesia di antaranya Jepang, Iran, dan Korea Selatan.

(tri)