Sabtu, 2 Agustus 2014

Penjualan senjata perburuk konflik Suriah

Selasa, 3 Juli 2012 16:38 WIB | 3.516 Views
PBB (ANTARA News/AFP) - Pasokan senjata kepada pemerintah Suriah dan oposisi memicu peningkatan konflik, demikian kata Kepala Hak Asasi Manusia PBB Navi Pillay, Senin.

"Pengiriman persenjataan untuk pemerintah Suriah dan pihak oposisi memicu kekerasan," kata Pillay kepada wartawan setelah sidang pengarahan di Dewan Keamanan PBB, "Militerisasi lebih lanjut dari konflik harus dihindari sebisa apapun."

Meskipun Pillay tidak menyebutkan nama negara-negara tertentu namun Rusia dan Iran adalah pemasok-pemasok kunci untuk Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Negara-negara Teluk, khususnya Qatar dan Arab Saudi, telah memasok senjata-senjata untuk pihak oposisi.

Sebuah media Perancis juga menengarai agen intelejen Amerika Serikat (CIA) turut berjualan senjata di Suriah.
(G003)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga