Sabtu, 23 Agustus 2014

Andatu dan Ratu lewati dua pekan masa kritis

Kamis, 5 Juli 2012 14:08 WIB | 4.752 Views
Andatu dan Ratu lewati dua pekan masa kritis
Ratu (12), induk badak sumatera (dicerorhinus sumatrensis), menemani anaknya berjenis kelamin jantan, Andatu, yang baru berusia beberapa hari di penangkaran semi alami Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Senin (25/6). Setelah penantian selama 124 tahun akhirnya Ratu badak Sumatera bercula dua, melahirkan seekor anak pada Sabtu (23/6) dini hari pukul 00.45 WIB, Peristiwa kelahiran badak dalam penangkaran tersebut merupakan yang pertama terjadi di Indonesia. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
Bandarlampung, Lampung (ANTARA News) - Andatu, bayi badak sumatera dan induknya, Ratu, sudah melewati dua minggu masa kritisnya.

"Andatu dan Ratu dalam kondisi sehat, tali pusar andatu sudah kering dan lepas dengan sendirinya sejak tiga hari setelah kelahirannya," kata Koordinator Suaka Rino Sumatera (SRS) Balai Besar Taman Nasional Way Kambas (BBTNWK) Lampung Timur, dr Dedy Chandra, saat dikonfirmasi, di Bandarlampung, Kamis.

Menurut dia, tim ahli dari luar negeri sudah kembali ke negaranya masing-masing, karena kondisi kedua badak tersebut telah membaik.

"Hanya kami tim SRS yang tetap berada di lokasi menjaga asupan gizi dari sang induk badak, agar produksi air susu Ratu meningkat demi pertumbuhan Andatu," ujarnya.

Kekhawatiran tim ahli, semuanya, tambah dia, terlewati dengan baik hingga sampai saat ini, Andatu tetap bersama induknya.

"Kami sangat menjaga sekali Andatu tidak kontak langsung dengan manusia atau makhluk lainnya, karena jika hal itu sampai terjadi sang induk tidak akan mau mendekati anaknya lagi dan itu sangat berbahaya buat keberlangsungan hidup Andatu," katanya.

Bobot berat badan Andatu diperkirakan 30 kilogram, dan saat ini, masih mendekat bersama induknya.

Sebelumnya diberitakan, badak induk Ratu pada Sabtu (23/6) dini hari, dikabarkan Ratu melahirkan bayi jantan secara alami.

Menteri Kehutanan RI memberi nama anak badak tersebut Andatu, yang merupakan gabungan nama dari Andalas dan Ratu serta memiliki makna anugerah dari Tuhan YME.

Badak Sumatera di kawasan TNWK ada empat ekor terdiri atas satu pejantan dan tiga betina.

Empat ekor hewan bercula satu itu yakni Ratu (13) berasal dari Way Kambas saat ini dalam kondisi hamil 10 bulan, kemudian Rosa (12) dari Bukit Barisan Selatan, lalu Andalas (11) dari Amerika(pejantan) dan Bina (27) dari Bengkulu yang sebelumnya lama berhabitat di Tanam Safari.

"Keempat badak ini, hidup dalam penangkaran secara masing-masing dengan dibatasi pagar listrik sepanjang 100 hektare di kawasan ini," kata Dedi Chandra.

Tujuan dari penangkaran itu, untuk melindungi badak di sana berkonflik dengan hewan lainnya, mengingat populasinya kian sedikit.

"Selain itu, tujuan lainnya untuk mempercepat proses perkembangbiakan Badak Sumatera, yakni dengan mepertemukan antara badak betina dan jantan dalam waktu yang tepat dan ruang yang terbatas," ujarnya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga