Sabtu, 25 Oktober 2014

Moeslim Abdurahman seorang petualang intelektual, kata Hajriyanto

| 2.897 Views
id Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari, moeslim abdurrahman
Moeslim Abdurahman seorang petualang intelektual, kata Hajriyanto
Hajriyanto Y Thohari (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Moeslimlah yang berada di balik dinamika anak-anak muda Muhammadiyah
Jakarta (ANTARA News)- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari merasa kehilangan atas meninggalnya Moeslim Abdurahman yang dinilainya sebagai "petualang" intelektual, salah satunya dengan mengenalkan paradigma "teologi Al-ma`un".

"Sejak pulang dari Amerika Serikat setelah lulus Ph.D di bidang Antropologi dari The University of Illinois pada tahun 1990-an, Moeslim memang benar-benar menjadi petualang intelektual," kata Hajriyanto di Jakarta, Sabtu.

Moeslim Abdurahman meninggal pada hari Jumat malam sekitar pukul 19.50 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Hajriyanto menyebutkan Moeslim Abdurrahman adalah seorang putra Muhammadiyah yang bisa bergaul dengan siapa saja. Pemikirannya sering dituding sebagai Muhammadiyah liberal.

Moeslim yang membimbing anak-anak muda Muhammadiyah dengan caranya sendiri.

"Tidak banyak yang tahu bahwa sebetulnya Moeslimlah yang berada di balik dinamika anak-anak muda Muhammadiyah yang tergabung dalam Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM)," kata Hajriyanto.

Moeslim, tambahnya, juga memperkenalkan paradigma "teologi Al-ma`un" yang mengambil inspirasi bagaimana KH Ahmad Dahlan dulu mengajarkan surat Al-Ma`un dalam Al-Qur`an.

Hajriyanto menjelaskan teologi al-Ma`un itu, singkatnya, merupakan pemahaman agama yang lebih mementingkan praksis dalam menyantuni orang-orang miskin dan kelompok yang terpinggirkan.

Manifestasi dari keberpihakannya kepada kaum terpinggirkan tampak sekali ketika bersama-sama merintis pembentukan Majlis Buruh, Tani dan Nelayan PP Muhammadiyah periode 2000-2005.

"Dia orang yang sangat getol dan gigih baik dalam kerja-kerja intelektual maupun dalam kerja-kerja praksis memberdayakan kaum buruh, tani dan nelayan melalui gerakan Muhammadiyah," katanya.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca