Jumat, 29 Agustus 2014

Coca-Cola ajak Garuda peduli kebersihan Pantai Kuta

Sabtu, 7 Juli 2012 18:57 WIB | 5.803 Views
Kuta, Bali (ANTARA News) - Produsen minuman ringan PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) mengajak maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia peduli akan kebersihan lingkungan Pantai Kuta, Bali.

"Pertengahan bulan lalu, kami bertemu direksi Garuda untuk membicarakan, bagaimana bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk pulau yang sangat berharga bagi Indonesia ini," kata Terry Davis selaku Group Managing Director CCAI di Kuta, Sabtu.

Oleh sebab itu, dia sangat berterima kasih kepada pihak Garuda yang bersedia menerima ajakannya dan menyumbangkan satu unit mesin traktor pembersih sampah di Pantai Kuta.

Selama ini CCAI bersama produsen perlengkapan olahraga luar ruang Quiksilver berkomitmen atas kebersihan Pantai Kuta melalui program "Bali Beach Clean Up" (BBCU) yang mereka gagas sejak Juli 2008.

Hingga kini BBCU telah mengoperasikan empat unit traktor, 74 tim penyapu pantai, tiga unit truk sampah, dan 3.000 tempat sampah di Pantai Kuta, Pantai Legian, Pantai Seminyak, Pantai Jimbaran, dan Pantai Kedonganan.

"Kami mencari nafkah di sini. Oleh karena itu, kami merasa berkewajiban menjaga kawasan pantai ini selalu bersih dari sampah. Sebenarnya sampah di Pantai Kuta bukan dari wisatawan, tapi kiriman dari daerah lain di luar Bali," kata Paul Hutson selaku CEO Quiksilver Asia Tenggara di sela-sela acara "Bali`s Big Eco Weekend 2012" itu di Pantai Kuta .

Selain menjaga kebersihan pantai melalui program BBCU, CCAI dan Quiksilver juga merintis berdirinya Pusat Konservasi Penyu Pantai Kuta (Kuta Beach Sea Turtle Conservation/KBSTC).

Oleh sebab itu, selain membersihkan pantai secara massal, acara "Bali`s Big Eco Weekend 2012" itu juga diisi dengan pelepasliaran 1.000 ekor anak penyu di Pantai Kuta.

Sementara itu, Pujobroto selaku Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia mengaku, pihaknya sangat berkepentingan atas kelestarian lingkungan di Pulau Dewata itu.

"Sebagian besar penerbangan kami dari Jepang dan Australia adalah wisatawan asing yang hendak mengunjungi Bali," katanya dalam acara tersebut.

Menurut dia, program serupa tidak hanya dilakukan di Pantai Kuta, melainkan juga di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat.

"Di Bali kami juga menjadikan Desa Sidemen, Kabupaten Karangasem, sebagai desa wisata tenun. Dalam setiap penerbangan ke Amsterdam dan Tokyo, kami selaku memperkenalkan kain tenun buatan masyarakat Desa Sidemen itu," kata Pujobroto.
(M038/Y008)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Top News