Minggu, 26 Oktober 2014

Grup karawitan California meriahkan Festival Apeman di Yogyakarta

| 5.037 Views
id festival apeman, festival apeman sosromenduran, kelurahan sosromenduran, festival budaya, grup karawitan berkeley, karawitan california
Grup karawitan California meriahkan Festival Apeman di Yogyakarta
Gamelan, salah satu instrumen karawitan. (Ilustrasi)
Yogyakarta (ANTARA News) - Festival Apeman di Kelurahan Sosromenduran Kecamatan Gedongtengen yang rutin diselenggarakan menjelang bulan puasa tampil beda kali ini, sebuah kelompok karawitan beranggotakan warga kota Berkeley, California, ikut tampil memeriahkannya.

Kelompok yang menamakan diri Grup Sari Raras itu memainkan lagu-lagu tradisional atau gending sepanjang acara Festival Apeman yang dihadiri ratusan ibu-ibu dari 55 kelompok.

Grup karawitan yang beranggota 20 orang Berkeley itu tak hanya terdiri atas pemain gamelan saja, ada dua pesinden yang fasih menyanyikan lagu-lagu Jawa juga di dalamnya.

"Irama gamelan ini sangat unik, eskotis, dan berbeda dengan instrumen musik lainnya. Ini yang membuat saya tertarik mempelajari gamelan," kata salah seorang pemain gamelan bernama Henry yang mengaku belajar gamelan dari pengajar Indonesia di University of California.

Seksi Acara Festival Apeman Sosromenduran Muhammad Taslim mengatakan, penampilan kelompok Sari Raras memberikan warna tersendiri bagi festival tahunan yang dijadikan sebagai ajang untuk saling meminta maaf dan saling mendoakan itu.

"Dari tahun ke tahun, jumlah peserta Festival Apeman ini selalu meningkat. Kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menambah daya tarik wisata di Kota Yogyakarta," katanya.

Selama kegiatan berlangsung, Jalan Sosrowijayan yang menjadi pusat acara ramai oleh warga dan wisatawan yang menyaksikan festival, melihat ratusan ibu-ibu memasak dan menyajikan kue Apem yang dibuat dari tepung beras, santan, gula dan ragi.

Semua yang datang ke festival bisa mencicipi Apem yang sudah matang tanpa harus membayar. Selain apem, disajikan pula sejumlah makanan tradisional lain seperti kolak dan ketan.

"Kegiatan ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung secara turun temurun dan harus dilestarikan. Melestarikan budaya dengan konsep massal seperti ini tentu akan lebih menarik," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tri Kirana Muslidatun.

(E013)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga