Kamis, 23 Oktober 2014

"Satu twit di detik.com dijual Rp20 juta"

| 1.940 Views
id seminar media sosial. budiono darsono, detik.com, dahlan iskan, birokrasi, ahmad kusaeni, AJI, jurnalisme, media sosial, super jurnalis, Henni Kusumaw
Twitter (ANTARA News/Lukisatrio)
Peran media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi para jurnalis untuk membuat berita, karena yang terdapat di media sosial bukan berarti tidak benar"
Jakarta (ANTARA News) - Seorang praktisi media online yang juga pendiri detik.com menyebut media sosial dapat mendatangkan uang bagi perusahaan media mainstream Indonesia asal dilakukan dalam kerangka sinergi dan saling memanfaatkan.

"Satu twit (iklan) di detik.com itu dijual Rp20 juta," ujar pendiri detik.com Budiono Darsono di Jakarta, Kamis.  "Kalau sehari 20 twit kan lumayan," sambungnya setengah becanda.

Tapi detik.com sendiri, ungkap Budiono, membatasi twit iklan hanya lima kali dalam sehari.

Budiono lalu mengatakan bahwa program detik.com kini adalah bergerak ke digital life dengan memproduksi e-paper detik yang terbit setiap pagi dan sore.

Dia mengungkapkan, dalam waktu dekat detik.com berencana mengeluarkan majalah khusus pria dan majalah khusus wanita, serta program detiktv berupa live streaming secara online.

"Peran media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi para jurnalis untuk membuat berita, karena yang terdapat di media sosial bukan berarti tidak benar," kata Budiono.

Menurtunya, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai informasi awal untuk membuat atau mengangkat sebuah berita, serta memantau dan melakukan koreksi terhadap pemberitaan.

"Sehingga, kecepatan dan akurasi tidak bisa ditawar dan saling beriringan dengan kecepatan informasi yang berkembang di twitter," ujar Budiono.
(SDP-52)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga