Jakarta (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Pajak terus mengembangkan sistem pendataan dokumen sebagai salah satu upaya mencegah penyimpangan oleh oknum pegawai.

"Orang bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu sehingga kami terus membangun sistem sebagus mungkin melalui pendataan dokumen," kata Direktur Jenderal Pajak, Fuad Rahmany di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Minggu.

Menurut dia, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dapat menggali informasi dari seluruh dokumen pekerjaan yang ditangani oleh pegawai pajak.

"Dengan sistem pendataan dokumen, kami dapat mengecek apa saja yang dilakukan pegawai pajak, meskipun sudah lewat lima tahun yang lalu," katanya.

Pada Jumat (13/7) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap oknum pegawai pajak yang berinisial AS.

"Ini merupakan hasil kerjasama Kemenkeu dan KPK yang sudah dibina dari tahun lalu," kata Fuad Rahmany.
(SDP-45/A039)