Jumat, 22 Agustus 2014

Harga minyak naik setelah AS tembak kapal di Teluk Dubai

Selasa, 17 Juli 2012 05:19 WIB | 3.005 Views
Harga minyak naik setelah AS tembak kapal di Teluk Dubai
Ilustrasi - Barel minyak mentah. (istimewa)
New York (ANTARA News) - Harga minyak naik pada Senin (Selasa pagi WIB), didorong oleh euro yang lebih tinggi dan laporan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat menembaki sebuah kapal kecil di Teluk Dubai.

Harga minyak mempertahankan keuntungan mereka sekalipun setelah pejabat Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan kapal tersebut membawa nelayan India, salah satunya tewas dan tiga lainnya luka-luka, lapor AFP.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) atau light sweet untuk penyerahan Agustus, naik 1,33 dolar AS dari harga akhir Jumat menjadi 88,43 dolar AS per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus mengakhir hari terakhir kontrak Agustus pada 103,55 dolar AS, naik 1,15 dolar AS per barel dari penutupan Jumat.

Matt Smith dari Summit Energy mengatakan, kenaikan euro terhadap dolar membantu harga minyak naik. Euro bertambah 0,24 persen dari akhir Jumat.

Insiden Teluk terjadi di tengah ketegangan konstan antara Iran dan kekuatan Barat atas program yang diduga untuk membangun senjata nuklir dan ancaman untuk menutup Selat Hormuz, jalur utama pelayaran minyak global.

Pejabat pertahanan AS mengatakan, perahu motor itu mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati kapal pengisian bahan bakar USNS Rappahannock di dekat pelabuhan UEA Jebel Ali, dan pelaut di kapal Amerika itu mengkhawatirkan itu dapat menimbulkan ancaman.

"Awak AS berulang kali mencoba untuk memperingatkan operator kapal agar menjauh dari pendekatan mereka yang disengaja," kata pejabat AS.

Sebelumnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab membuka jaringan pipa minyak yang melewati Selat Hormuz.

Saluran pipa UEA dan Saudi membuat rute transportasi opsional untuk minyak mentah, mengurangi kekhawatiran bahwa Iran dapat mengganggu pasokan dalam negosiasi dengan Barat atas program nuklirnya, IG Markets mengatakan dalam sebuah laporan.

"Sementara kemampuan tambahan untuk memotong Selat Hormuz meningkatkan keamanan ekspor Arab Saudi dan UEA, meredam risiko harga di pasar minyak global yang kurang jelas," komentar analis komoditas JPMorgan.

"Rute pengiriman Teluk Timur Tengah benar-benar menjadi ancaman serius, harga akan cepat menyesuaikan untuk mencerminkan durasi yang diharapkan dari gangguan dan potensi untuk rilis mitigasi cadangan strategis OECD." (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga