Rabu, 1 Oktober 2014

BPOM sita makanan tak berizin jelang ramadhan

Rabu, 18 Juli 2012 19:36 WIB | 3.715 Views
BPOM sita makanan tak berizin jelang ramadhan
Ilsutrasi (ANTARA News/Lukisatrio)
Barang yang kami sita kebanyakan produk impor yang tidak memiliki label sertifikat BPOM di kemasannya."
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) berhasil menyita makanan dan minuman tak berizin di beberapa toko di Jakarta dalam inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka persiapan menjelang Ramadhan.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Kepala BPOM Lucky Slamet tersebut berhasil menyita dua ratus jenis makanan, minuman dan kosmetik di Supermarket Total, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Barang yang kami sita kebanyakan produk impor yang tidak memiliki label sertifikat BPOM di kemasannya," kata Lucky di sela-sela melakukan penyitaan, Rabu.

Menurut Lucky, produk-produk yang tidak memiliki sertifikat BPOM bisa jadi berbahaya bagi konsumen di Indonesia.

"Tanpa label BPOM, kami tidak menjamin keamanan suatu produk," katanya.

Di antara barang-barang yang disita itu, BPOM juga menemukan beberapa makanan impor yang mencantumkan label Produk Izin Rumah Tangga (PIRT) padahal seharusnya menggunakan label Produk Izin Makanan Luar (PIML).

"Menggunakan label yang tidak tepat pada produk-produk impor dapat mengecoh dan dalam beberapa kasus juga merugikan konsumen," katanya.

Lucky menambahkan akan meninjau ulang pemberian izin pada produk-produk impor yang didaftarkan kepada BPOM untuk mencegah terjadinya kekeliruan dalam pencantuman label.

Selain di Supermarket Total, Pancoran, Jakarta Selatan, BPOM juga menggelar sidak di kawasan Tangerang Selatan yang berhasil menyita lima puluh jenis produk.

Produk-produk yang disita pada sidak BPOM jelang Ramadhan itu berupa makanan dan minuman ringan, kosmetik, serta perlengkapan mandi, seperti sabun dan sampo dengan nilai total mencapai Rp500 juta.

"Barang-barang tersebut kebanyakan berasal dari China, Singapura dan Malaysia," kata Lucky.

Lucky menambahkan, tindak lanjut dari penyitaan produk-produk pada sidak kali ini adalah pengajuan tindakan hukum dengan tuntutan mengimpor dan menjual barang ilegal. (A060/I007)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga