Rabu, 1 Oktober 2014

Pemkab Bantul batasi pembelian BBM industri kecil menengah

Senin, 23 Juli 2012 14:44 WIB | 1.465 Views
Kalau tidak ada pembatasan pembelian bagi industri kecil menengah (IKM), dikhawatirkan pada bulan November sudah habis."
Bantul (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, membatasi pembelian bahan bakar minyak dengan mengeluarkan surat rekomendasi bagi masyarakat dari kalangan industri kecil menengah.

"Sebelumnya kami batasi pembelian hingga 30 liter per hari. Namun, mulai tahun ini kami rekomendasi pembelian maksimal 20 liter tiap harinya," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Sahadi, di Bantul, Senin.

Menurut dia, pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) itu untuk mengantisipasi tidak tercukupinya kebutuhan BBM, terutama jenis premium untuk seluruh pemakai BBM di Kabupaten Bantul hingga akhir tahun 2012.

"Kuota premium untuk Kabupaten Bantul pada tahun 2012 sebanyak 108,813 kiloliter. Kalau tidak ada pembatasan pembelian bagi industri kecil menengah (IKM), dikhawatirkan pada bulan November sudah habis. Apalagi saat ini sudah terserap sekitar 50 persen," katanya.

Ia mengatakan, saat ini, pihaknya sudah melayani permohonan rekomendasi terhadap IKM pengecer bensin sebanyak 1.600 orang yang dimulai sejak dua pekan lalu. Pengajuan permohonan itu dengan syarat mengisi blangko rekomendasi yang dikeluarkan dinas.

"Kami mengeluarkan surat rekomendasi yang harus diisi warga dan ditandatangi lurah setempat sesuai dengan domisili IKM karena nanti juga untuk menentukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mana untuk pembelian BBM," katanya.

Meski begitu, menurut dia, dari seluruh IKM atau pengecer bensin di Bantul belum semua terlayani karena dari sebanyak 18.555 unit, baru sebanyak 1.600 IKM, dan berdasarkan surat rekomendasi sebelumnya ada sebanyak 4.000 lebih.

(KR-HRI)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga